Tolak Disebut Kota Hantu, Jubir OIKN: Kekeliruan Narasi The Guardian

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Juru Bicara (Jubir) Otorita IKN (OIKN), Troy Pantouw menolak sebutan IKN sebagai ‘kota hantu’ oleh The Guardian. Troy mengatakan, bahwa pemberitaan media Inggris tersebut ada kekeliruan narasi.
Dia pun lantas melampirkan deretan progres pembangunan IKN dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
OIKN mengatakan, Perpres ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk melanjutkan dan mempercepat pembangunan IKN sebagai simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan di Indonesia.
Media Inggris bernama The Guardian, menyebut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur terancam menjadi ‘kota hantu’ setelah masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
The Guardian menyebut itu dalam narasi artikelnya berjudul ‘Indonesia’s new capital, Nusantara, in danger of becoming a’ghost city’.
The Guardian menuliskan bahwa proyek IKN mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu terancam menjadi ‘kota hantu’ karena pembangunannya ‘mandeg’.
Hal itu diperburuk dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Media ini juga mencatat bahwa Prabowo hingga kini belum mengunjungi IKN sejak resmi menjabat sebagai Presiden. Ia juga menggarisbawahi langkah Ketua Umum Partai Gerindra ini yang ‘diam-diam’ menurunkan status Nusantara menjadi ibu kota politik.
Perubahan tersebut digambarkannya dari penurunan alokasi APBN ke IKN, melambatnya progres pembangunan hingga jumlah pegawai di IKN yang sedikit.(wan)
Editor: yn
