Kuliah Nyambi Narik Ojol, Kisah Mahasiswa UGM Ini Jadi Inspirasi

PROKEPRI.COM, YOGYAKARTA – Kisah mahasiswa bernama Ryaas Amin dari Fakultas Psikologi UGM yang sedang menjalani kuliah sarjana sambil bekerja sebagai pengantar makanan dan ojek online (Ojol) menjadi inspirasi.
Dibarengi tekad semangat dan dedikasi terhadap pendidikan, Ryaas Amin menjadi pribadi tangguh dalam segala situasi.
Berangkat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada orang tua, Ryaas Amin berusaha keras memenuhi kebutuhan pribadi dengan usaha sendiri, dengan memulainya menjadi pegemudi Ojol hingga kemudian mencoba layanan pesan-antar makanan.
Diawali dengan menggunakan sepeda motor sang kakak, ia menggeber kerja Ojol tersebut. Sekarang, Ryaas Amin memiliki kendaraan utama milik pamannya untuk melakoni pekerjaan ini.
Usahanya ternyata tak sia-sia dan berhasil membayar biaya kuliah secara mandiri.
Dalam aktifitasnya, Ryaas tidak lupa membagi waktu, agar tidak ada yang terlewat maupun tertinggal.
“Sebenarnya kalau manajemen waktu, aku biasanya mulai merencanakannya pas memilih mata kuliah atau saat masa KRS. Jadi, saat memilih mata kuliah, aku juga harus mempertimbangkan jumlah SKS sebagai patokan waktu antara waktu kuliah dan bekerja,” ungkapnya, Minggu (1/2/2026) dilansir UGM.
Kuliah nyambi narik Ojol, bukanlah keputusan mudah bagi Ryass. Ada beberapa hal menjadi pertimbangannya hingga ia memutuskan menekuni pekerjaan ini.
“Kalau pekerjaannya tuh sebenernya relatif mudah, karena fleksibel dan bisa dilakukan di mana aja. Kalau ditekuni tuh penghasilannya juga tidak mengecewakan, kok.” ungkapnya.
Ryaas menegaskan, bahwa impian dan keinginan adalah hal yang harus diperjuangkan melalui usaha dan kerja keras. Dua hal itu menjadi motivasi kuatnya dalam menjalani pekerjaan sembari kuliah.
“Penghasilan bisa diatur. Ada saatnya istirahat, ada saatnya harus bekerja. Jadi kalau memang memiliki keinginan, kita harus benar-benar mengusahakannya,” imbuhnya.
Niat agar tak bergantung secara terus menerus kepada orang tuanya, membuat Ryaas berani mengambil keputusan untuk hidup mandiri.
“Aku tuh pengen sesuatu, tapi aku pengen mewujudkannya atas usahaku sendiri. Jadi, kalau misal itu zonk, aku ga merasa ngerugiin orang tuaku,” ungkapnya.
“Orang tua selalu mendukung, tapi engga secara terang-terangan. Yang penting, kuliah sama kerjanya seimbang,”sambung dia sambil tersenyum.(jp)
Editor: yn
