KEPRI

Gerakan Pangan Murah di Letung Anambas Diserbu Warga

Tampak warga bersama Bupati Aneng berbelanja di pasar Gerakan Pangan Murah di kawasan Alun-Alun Tugu Proklamasi, Letung, Kecamatan Jemaja, ‎Minggu (1/3/2026) Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di kawasan Alun-Alun Tugu Proklamasi, Letung, Kecamatan Jemaja, ‎Minggu (1/3/2026)

Gerakan Pangan Murah bertujuan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

‎Sejak pagi hari, masyarakat tampak berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Komoditas yang disediakan antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka produk pangan lainnya.

‎Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang terintegrasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

‎Menurutnya, fluktuasi harga bahan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan maupun momentum tertentu, perlu diantisipasi melalui intervensi pasar yang terukur dan tepat sasaran.

‎“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang wajar. Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat,” ujar Aneng.

‎Ia menambahkan, stabilitas harga pangan menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, sinergi lintas sektor terus diperkuat agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan harga tetap terkendali.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas, Archan Iskandar, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari distributor, pelaku usaha, hingga instansi terkait.

‎“Sinergi ini dilakukan untuk memotong rantai distribusi yang panjang sehingga harga yang diterima masyarakat bisa lebih rendah dibandingkan harga pasar,” jelas Archan.

‎Ia menyebutkan, selisih harga kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan ini berkisar antara 5 hingga 7 persen lebih murah dari harga pasar. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas barang.

‎Lebih lanjut, Archan menambahkan bahwa program ini tidak hanya berdampak positif bagi konsumen, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi produsen lokal.

‎Produk-produk hasil pertanian dan perikanan daerah turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut, sehingga perputaran ekonomi di tingkat lokal tetap terjaga.

‎Salah seorang warga Keramut, Salim, yang berprofesi sebagai nelayan, mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah. Ia mengatakan harga sejumlah kebutuhan pokok belakangan ini cenderung mengalami kenaikan.

‎“Alhamdulillah, harga beras dan minyak lebih murah dari pasar. Ini sangat membantu kami,” ungkap Salim.

‎Pemerintah daerah juga memastikan kegiatan ini dilaksanakan secara transparan dan tertib. Petugas dari dinas terkait melakukan pengawasan langsung di lapangan guna menjamin kelancaran distribusi serta mencegah adanya praktik penimbunan maupun pembelian berlebihan.

‎Dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap stabilitas harga dapat terus terjaga, inflasi daerah tetap terkendali, serta kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, khususnya di wilayah Kecamatan Jemaja dan sekitarnya.(as)

Editor: yn

Back to top button