KAMPUS

Tim Peneliti SITH ITB-BRIN-Jungle Farm Nursery Temukan Spesies Baru Tanaman Keluarga Talas

Spesies baru tanaman dari keluarga talas-talasan (Araceae) yang diberi nama Tweeddalea capsiciformis. Foto dok. SITH ITB

PROKEPRI.COM, BANDUNG – Tim peneliti dari Herbarium Bandungense Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Jungle Farm Nursery menemukan spesies baru tanaman dari keluarga talas-talasan (Araceae) yang diberi nama Tweeddalea capsiciformis.

Spesies tersebut menjadi anggota ke-15 dari genus Tweeddalea, kelompok tanaman yang seluruh anggotanya diketahui endemik Pulau Kalimantan.

Nama spesies capsiciformis berasal dari kata Capsicum atau cabai. Penamaan ini merujuk pada bentuk seludang bunganya yang melengkung dan meruncing menyerupai buah cabai.

Dilansir ITB, Jumat (15/5/2026), tanaman ini ditemukan oleh Ade Agus Setiawan di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Tanaman tersebut memiliki ukuran relatif mungil dengan tinggi sekitar 19 sentimeter. Keunikan bentuk dan karakter morfologinya menjadikan spesies ini berbeda dari kerabat dekatnya.

Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi penelitian antara Kurator Herbarium Bandungense ITB, Arifin S. D. Irsyam, bersama peneliti BRIN, Muhammad R. Hariri.

Pada awalnya, tanaman tersebut diduga memiliki kemiripan dengan genus Ibania. Namun, melalui kajian morfologi lebih mendalam di Herbarium Bandungense ITB, para peneliti memastikan bahwa tanaman tersebut merupakan spesies baru dari genus Tweeddalea yang sebelumnya belum pernah tercatat.

Meski baru ditemukan, spesies ini telah mendapatkan status Data Deficient (DD) atau “Data Kurang” dalam penilaian konservasi International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status tersebut diberikan karena hingga saat ini tanaman hanya ditemukan di satu lokasi spesifik di Kalimantan Barat.

Habitat Tweeddalea capsiciformis berada di kawasan hutan dataran rendah yang lembap dan ternaungi. Keterbatasan data mengenai persebaran dan populasinya membuat para peneliti mendorong dilakukannya survei lapangan lanjutan untuk memastikan keberadaan spesies ini tetap terjaga dan tidak terancam punah sebelum dipelajari lebih lanjut.(i)

Editor: yn

Back to top button