KAMPUS

Lulusan Akademi Tekstil Surakarta Didorong Jadi Wirausahawan

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Hendri Munief melihat keterampilan menjahit Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, Jumat (22/5/2026). Foto dpr ri

PROKEPRI.COM, SURAKARTA – Lulusan Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta tidak hanya perlu diarahkan menjadi pekerja industri, tetapi juga didorong menjadi wirausahawan di sektor tekstil dan produk tekstil.

Demikian penilaian anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Hendri Munief dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).

Hendri mengatakan, kemampuan praktik yang dipelajari mahasiswa, seperti menjahit dan memproduksi produk tekstil, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Karena itu, pendidikan vokasi, menurutnya, perlu didesain tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, tetapi juga untuk mencetak pelaku usaha baru yang mampu tumbuh di tengah perkembangan sektor tekstil nasional.

“Mereka belajar menjahit dan belajar produksi. Itu tidak harus bekerja di industri. Mereka juga bisa berwirausaha setelah tamat dari sini,” ujar Hendri dalam keterangan dikutip Minggu (24/5/2026).

Orientasi kewirausahaan, sambung dia, penting, agar lulusan Akademi Tekstil memiliki lebih banyak pilihan setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan bekal keterampilan teknis, mahasiswa dapat mengembangkan usaha di bidang konveksi, fesyen, produk tekstil kreatif, maupun layanan produksi berbasis kebutuhan pasar lokal.

Hal ini, masih Hendri, akan membuat pendidikan vokasi semakin relevan karena tidak hanya menyiapkan pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Untuk mendukung hal tersebut, ia pun mendorong adanya kerja sama lintas kementerian/lembaga, terutama dengan kementerian yang membidangi UMKM. Menurutnya, program kewirausahaan yang telah tersedia perlu disinergikan dengan pendidikan vokasi tekstil agar mahasiswa memiliki akses terhadap pendampingan usaha, pembiayaan, pelatihan manajemen bisnis, hingga perluasan pasar setelah lulus.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut dapat menjadi jalan keluar agar lulusan Akademi Tekstil Surakarta memiliki masa depan yang lebih pasti. Dukungan dari pemerintah, dunia industri, dan ekosistem UMKM dinilainya penting supaya keterampilan yang diperoleh mahasiswa selama pendidikan tidak berhenti di ruang praktik, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, Hendri menilai kampus vokasi perlu memperkuat pembelajaran yang menghubungkan keterampilan produksi dengan kemampuan membaca peluang pasar. Menurutnya, mahasiswa tekstil tidak cukup hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga perlu memahami desain produk, pemasaran, pengelolaan usaha, dan adaptasi terhadap kebutuhan konsumen.

Dengan pendekatan tersebut, lulusan Akademi Tekstil Surakarta diharapkan mampu masuk ke dunia industri maupun membangun usaha sendiri.(i)

Editor: yn

Back to top button