KAMPUS

Andini, Anak Tukang Bengkel Diterima Kuliah Gratis di UGM

Andini Dwi Lestari, anak tukang bengkel diterima kuliah di UGM. Foto dok UGM

PROKEPRI.COM, YOGYAKARTA – Andini Dwi Lestari, anak tukang bengkel diterima kuliah di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kebahagiaan keluarga terus bertambah setelah mengetahui Andini memperoleh beasiswa pendidikan unggul bersubsidi 100 persen dari UGM atau UKT nol.

Sebelumnya, sang ibu, Siti Patonah, sempat memikirkan berbagai kebutuhan biaya kuliah, mulai dari uang pendidikan, biaya hidup, hingga tempat tinggal selama Andini menempuh studi di Yogyakarta.

“Alhamdulillah, senang sekali melihat nominal UKT nol rupiah karena bisa membantu meringankan beban keluarga dalam biaya kuliah,”kata Andini dilansir UGM, Rabu (8/7/2026).

Kini, langkah Andini menuju FEB UGM tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih dengan kerja keras, doa, dan dukungan dari orang-orang terdekat.

Menurut Andini, kunci untuk menjaga prestasi adalah kemampuan mengatur waktu dan menetapkan prioritas. Ia selalu berusaha menyeimbangkan waktu untuk belajar, bermain, dan kegiatan lainnya.

“Saya juga selalu mengingat mimpi jangka panjang saya untuk menjadi pengusaha sehingga saya lebih bersemangat untuk belajar,” katanya.

Andini berpesan kepada teman-teman yang masih berjuang meraih cita-cita agar tidak mudah menyerah.

“Terus semangat belajar, berusaha, dan berdoa. Kalau kita bersungguh-sungguh dalam berikhtiar, pasti akan ada jalan,” pesannya.

Sementara itu, Siti Patonah menyampaikan bahwa ia dan suaminya, Suryanto, selalu mendukung keinginan putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Siti, yang merupakan lulusan SMA, bersama sang suami yang mengenyam pendidikan hingga jenjang SMP, berharap Andini dapat memiliki masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya. Meski sempat memikirkan keterbatasan biaya, keluarga tetap bertekad mencari berbagai peluang bantuan pendidikan.

“Yang penting Andini bisa masuk kuliah dulu. Soal biaya, kami yakin selalu ada jalan dan bisa diusahakan nanti, termasuk mencari beasiswa,” ujar Siti.

Siti mengatakan bahwa selama ini ia dan suami yang bekerja di sebuah bengkel mobil di Kota Cirebon, selalu menanamkan pentingnya doa, ikhtiar, dan semangat untuk tidak mudah menyerah kepada anak-anaknya. Menurutnya, setiap hari harus menjadi kesempatan untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari sebelumnya.

“Saya selalu berpesan kepada Andini agar jangan pernah putus asa, terus berusaha, dan berdoa. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Jangan sampai mengecewakan Bapak dan Ibu,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UGM atas kesempatan dan bantuan pendidikan yang diberikan kepada putrinya.

“Terima kasih kepada UGM yang telah menerima Andini dan memberikan subsidi UKT. Semoga kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, menjadi amanah yang dijaga dengan sungguh-sungguh, dan membantu Andini mewujudkan cita-citanya, sehingga bantuan yang diberikan tidak menjadi sia-sia,” ungkapnya.

Keinginan Andini untuk berkuliah di UGM sebenarnya telah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Dalam perjalanan akademiknya, Andini dikenal sebagai siswa yang konsisten berprestasi.

Sejak SD hingga SMA, ia beberapa kali meraih peringkat pertama di kelas.

Di SMA, tepatnya SMA 1 Cirebon, ia berhasil meraih peringkat pertama paket IPS dan dinyatakan sebagai siswa eligible pertama.

Andini juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat Kota Cirebon pada tahun 2025, bidang ekonomi.

Editor: yn

Back to top button