Nelayan Natuna “Diusir” Kapal Pukat Harimau Vietnam di Perairan Natuna Utara

PROKEPRI.COM, NATUNA – Bupati Kabupaten Natuna Cen Sui Lan berang mendengar laporan nelayan tradisionalnya yang terpaksa meninggalkan area tangkap di Perairan Natuna Utara akibat aktivitas kapal pukat harimau yang diduga merupakan Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Cen langsung berkoordinasi dengan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Ia meminta agar pengawasan serta patroli keamanan di Perairan Natuna Utara segera diperkuat guna mencegah masuk dan beroperasinya kapal-kapal asing yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Laut Natuna.
Menurut Cen, keberadaan kapal-kapal asing di wilayah tangkap nelayan Natuna tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan para nelayan yang setiap hari menggantungkan hidup dari laut.
“Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut perlindungan warga negara dan kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan,”tegas dia dalam keterangan resmi diambil, Selasa (2/6/2026).
Cen juga meminta agar operasi pengawasan dan penindakan terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan praktik Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing) ditingkatkan.
Selain merusak sumber daya perikanan, penggunaan alat tangkap seperti trawl berpotensi merusak ekosistem laut yang selama ini dijaga oleh nelayan tradisional Natuna melalui praktik penangkapan yang berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Natuna, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, TNI AL, Bakamla, KKP, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan perairan Natuna Utara tetap terjaga. Pemkab Natuna juga siap menampung dan meneruskan setiap laporan nelayan sebagai bahan tindak lanjut bersama pihak berwenang,”janji Cen.
Dia menegaskan bahwa Natuna merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dijaga bersama.
“Saya berharap kehadiran negara melalui patroli dan pengawasan yang lebih intensif dapat memberikan rasa aman kepada nelayan, sehingga mereka dapat kembali melaut dan beraktivitas secara normal tanpa ancaman dari kapal-kapal asing di wilayah perairan Indonesia,”pungkasnya.(i)
Editor: yn
