KAMPUS

Mahasiswa Diingatkan Untuk Tidak Hanya Fokus Kuliah, Tetapi Juga Aktif ikut Kegiatan Kemahasiswaan

Mendiktisaintek Brian Yulianto, Foto dikti

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengingatkan mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Pengalaman berorganisasi dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah dinilai Brian penting untuk mengembangkan soft skill, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, hingga kemampuan menghadapi persoalan di luar lingkungan kampus.

“Empat tahun kuliah di Unpad, harus benar-benar bisa mengubah adik-adik sekalian untuk nantinya siap menjadi pelopor-pelopor pembangunan di Indonesia. Banyak teman dari banyak daerah, banyak perbedaan, itu adalah anugerah yang harus dimanfaatkan untuk belajar dan membangun kemampuan diri,” ujarnya kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) dan Fakultas Kedokteran (FK), pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Padjadjaran (Unpad), Jumat (15/8/2026) kemaren.

Brian juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan pendidikan tinggi, sebagai ruang membangun kompetensi dan karakter, sebagai bekal berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

“Kesempatan menempuh pendidikan tinggi, merupakan kesempatan yang tidak mudah didapat. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kompetensi akademik maupun nonakademik, membangun jejaring, serta belajar menghadapi berbagai tantangan dan perbedaan latar belakang,”pintanya.

Brian menyoroti pentingnya penguatan pendidikan dan riset kedokteran, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta layanan kesehatan nasional.

Penguatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang menempatkan peningkatan jumlah dan ketersediaan dokter, termasuk dokter spesialis, sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.

“Pemerintah telah membuka fakultas kedokteran serta program studi spesialis dan subspesialis baru untuk memperluas kapasitas pendidikan tenaga medis,”ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta kesehatan sekaligus memperkuat riset dan inovasi di bidang kedokteran.

Brian pun mendorong mahasiswa FK Unpad untuk memanfaatkan ekosistem riset yang telah berkembang di kampus, termasuk dengan terlibat dalam penelitian yang dilakukan dosen.

Selain itu, ia menekankan bahwa perkembangan riset kedokteran semakin membutuhkan kolaborasi lintas disiplin. Pengembangan teknologi kesehatan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi berbagai bidang ilmu.

“Riset itu multidisiplin, tidak bisa dipisah-pisahkan. Kalau kita bicara tentang genomik, misalnya, itu tidak hanya bicara tentang kedokteran, tetapi juga ada aspek teknologi, komputasi, dan bidang-bidang lainnya. Jadi, kita memang harus mendorong kolaborasi antardisiplin supaya riset yang kita lakukan bisa menjawab persoalan kesehatan secara lebih komprehensif,” tegas dia.

Lebih lanjut, Brian menambahkan, agar penguatan pendidikan dan riset kedokteran turut diarahkan untuk membangun ekosistem kesehatan yang mampu bersaing secara global. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan potensi talenta yang kuat, sehingga perlu membangun layanan kesehatan berkualitas yang dapat menjadi pilihan masyarakat, serta mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar negeri.

Selain penguatan riset, pendidikan tinggi juga perlu memastikan kurikulum terus relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

“Di bidang kedokteran, evaluasi kurikulum dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dosen, lulusan, pengguna lulusan, serta rumah sakit, sekaligus memperhatikan perkembangan pendidikan kedokteran di tingkat internasional,”jelas Brian.(yn)

Back to top button