NASIONAL

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Ilustrasi pasokan gas. Foto ESDM

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah resmi memangkas volume ekspor gas bumi sebesar 31 BBTUD ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026) kemaren.

“Kita kurangi (ekspor) gas ke Singapura,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dikutip CNBC Indonesia, Minggu (25/10/2026).

Djoko menerangkan, pengurangan pasikan gas ke Singapura mencakup alokasi dari wilayah Natuna sebesar 15 BBTUD serta dari Sumatera sebesar 16 BBTUD.

Bakal Dihitung Ulang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, bahwa pihaknya bakal melakukan perhitungan ulang ekspor gas ke Singpura.

“Saya akan mencoba untuk melakukan exercise ulang agar mengoptimalkan untuk komsumsi dalam negeri, termasuk di dalamnya bahan baku. Karena ke depan kita mendorong kan industri hilirisasi di petrokimia. Bahan bakunya adalah gas,” tegas Bahlil.

Indonesia, Sambung dia, masih mengekspor sebesar 30 persen dari total produksi gas nasional. Sedangkan sisanya, 70 persen dialokasikan untuk komsumsi dalam negeri (domestik).

“30 persen yang kita ekspor. 70 persennya itu komsumsi domestik, termasuk di dalamnya adalah untuk produk bahan baku hilirisasi,”ungkapnya yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi ini.

Diketahui, pemangkasan ekspor gas ke Singapura ini telah dikabarkan Bahlil sejak 21 Oktober 2026 lalu.

Pemerintah Indonesia, sebut dia, tengah mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga tersebut.

Bahlil mengatakan, wacana ini mempertimbangkan isu ketahanan energi nasional di tengah kondisi dinamika geopolitik global. Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto.

‘Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga (Singapura) karea harus survival, harus penuhi kebutuhan dalam negeri,”tandasnya.

Editor: yn

Back to top button