Rektor Baru UPNYK Jadikan Penambahan Guru Besar Program Prioritas Utama

PROKEPRI.COM, YOGYAKARTA – Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNYK) periode 2026–2030, Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D. menyampaikan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus awal kepemimpinannya di UPN “Veteran” Yogyakarta.
Salah satu agenda utama adalah meningkatkan jumlah guru besar sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi.
“Program prioritas yang paling segera adalah mengejar jumlah guru besar, yang saat ini masih sangat kurang,” kata Ridho usai pelantikan dikutip UPNYK, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, penguatan jumlah guru besar menjadi langkah penting untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan kampus. Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik UPN “Veteran” Yogyakarta dalam menghadapi persaingan antar perguruan tinggi.
Selain pengembangan sumber daya akademik, Prof. Ridho menargetkan peningkatan peringkat dan daya saing UPN “Veteran” Yogyakarta. Ia juga menyinggung peluang transformasi kelembagaan menuju status PTN-BH yang menurutnya berpotensi terealisasi mulai tahun depan.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UPN “Veteran” Yogyakarta agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat serta pembangunan nasional.
Sementara itu, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta periode 2018-2022, 2022-2026 menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Ridho atas amanah kepemimpinan yang diterimanya.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus membawa universitas berkembang lebih maju.
Prof. Irhas menitipkan empat pesan utama bagi kepemimpinan UPN “Veteran” Yogyakarta periode 2026–2030. Pertama, menjaga marwah UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai kampus yang mewarisi nilai perjuangan para pendahulu dan memiliki identitas sebagai kampus bela negara.
Kedua, memperkuat kekompakan seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting untuk mempercepat pencapaian tujuan institusi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif.
Ketiga, melanjutkan dan memperkuat tata kelola universitas di seluruh lini, meliputi bidang akademik, sumber daya manusia, keuangan, serta berbagai sumber daya pendukung lainnya. Tata kelola yang baik dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program dan peningkatan kinerja institusi.
Keempat, mendorong UPN “Veteran” Yogyakarta semakin berkembang sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia.
Ia berharap fondasi kelembagaan yang telah dibangun dapat menjadi pijakan bagi rektor baru untuk mempercepat kemajuan universitas tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas UPN “Veteran” Yogyakarta.
Sebelumnya, Ridho Kresna Wattimena resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNYK) periode 2026–2030, Selasa (27/10/2026) kemaren.
Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco di Jakarta.
Selain Ridho Kresna Wattimena, Badri juga melantik pimpinan perguruan tinggi negeri lainnya. Yakni, Rudianto Amirta sebagai Rektor Universitas Mulawarman, Rossyda Priyadarshini sebagai Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Noor Cholis Basjaruddin sebagai Direktur Politeknik Negeri Bandung, Riyadi Purwanto sebagai Direktur Politeknik Negeri Cilacap, serta Wiwik Endah Rahayu sebagai Direktur Politeknik Negeri Subang.
Selain itu, Sesjen Kemendikti juga turut melantik sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Kemdiktisaintek, serta pejabat manajerial di lingkungan Badan Industri Mineral (BIM).(yan)
