KAMPUS

STAIN Kepri Gelar Konferensi Internasional IMSIC ke-3 pada 11–12 November 2026

Kampus STAIN SAR Kepri. Foto dok SSK

PROKEPRI.COM, BINTAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau bersiap menyelenggarakan The 3rd Islamic and Malay Studies International Conference (IMSIC) 2026. Perhelatan berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 11–12 November 2026.

Tahun ini, IMSIC mengangkat tema “Preserving Memory, Sustaining Culture, Empowering Communities for Sustainable Development”. Forum akademis tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan strategis bagi para akademisi dan peneliti dari berbagai belahan dunia untuk bertukar gagasan dan berkolaborasi.

Konferensi ini bertujuan untuk memperluas kajian mengenai kontribusi nyata Islam dan kebudayaan Melayu. Fokus utamanya diarahkan pada pelestarian warisan budaya, pengembangan ilmu pengetahuan, serta perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Prof. Dr. Azni, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa konferensi internasional ini menjadi salah satu langkah institusi dalam memperkuat riset, memperluas jejaring akademik, sekaligus memperkenalkan STAIN Kepri kepada komunitas pendidikan dan penelitian internasional.

“Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan akademisi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset luar negeri. Melalui kolaborasi tersebut, kualitas penelitian di STAIN Kepri diharapkan semakin meningkat, menghasilkan karya ilmiah yang bermutu, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Kepri, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset dalam konferensi ini membuka peluang pengembangan kolaborasi akademik dan peningkatan kualitas penelitian.

“IMSIC merupakan ruang diseminasi hasil penelitian yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi. Melalui forum presentasi dan diskusi ilmiah, para peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan hasil kajian, memperoleh masukan akademik, serta memperluas perspektif penelitian melalui pertukaran gagasan dengan peneliti dari berbagai latar belakang keilmuan,”jelas Fadhila.(yan)

Back to top button