KEPRI

Tokoh Anambas Menolak Hadirnya PT KJJ

Tokoh sekaligus inisiator konseptor dan pendiri Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Syahzinan menolak keras hadirnya PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) di Letung, Kabupaten Anambas
Tokoh sekaligus inisiator konseptor dan pendiri Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Syahzinan menolak keras hadirnya PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) di Letung, Kabupaten Anambas. Foto Prokepri.com

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Tokoh sekaligus inisiator konseptor dan pendiri Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Syahzinan menolak keras hadirnya PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) di Letung, Kabupaten Anambas.

Pasalnya, menurut Syahzinan, perusahaan yang direncanakan akan membuka lahan perkebunan sawit ini, dituding hanya akal-akalan untuk menguntungkan kepentingan pribadi dan sengaja membenturkan masyarakat setempat dengan investor.

“Bukan hanya lokal, tokoh Anambas di Jakarta juga menolak hadirnya PT KJJ. KJJ sekarang sudah disingkat bukan lagi PT Kartika Jemaja Jaya melainkan Komplotan Jahat Jemaja,” kata Syahzinan di Tanjungpinang, Senin (30/5).

Syahzinan membeberkan, sejak awal, PT KJJ sudah bermasalah. Bahkan, tidak pernah melibatkan orang-orang Anambas. Maka itu, Bupati n Wakil Bupati Anambas berjanji tidak akan keluarkan izin untuk KJJ.

“Baik izin lainnya seperti, Amdal, Siup, izin prinsip, izin lokasi juga harus jelas. Jangan sampai masalah ini menjadi bola liar,” tutup Syahzinan.

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan mahasiswa Anambas yang ada di Tanjungpinang Kepri menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kepri Dompak, Senin (30/5).

Mahasiswa demo
Mahasiswa demo

Unjuk rasa tersebut berkaitan dengan penolakan terhadap keberadaan PT KJJ yang beroperasi di Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Koordinator Lapangan (Korlap) demontrasi, Dedi menegaskan, bahwa tuntutan mereka yakni, meminta DPRD Kepri menghentikan segala aktivitas PT.KJJ sampai permasalahan konflik pro dan kontra PT.KJJ dan warga selesai.

“Kami juga meminta DPRD Kepri segera berkoordinasi dengan Pimpinan Kepolisian Kepri agar menarik pasukan Brimob dari Jemaja. Keberadaan Brimob dianggap memicu konflik dan bukan malah mengamankan keadaan,” katanya dalam orasi.

Selain itu, massa juga medesak DPRD Kepri segera membentuk tim independen untuk menelusuri permasalahan PT.KJJ. Baik dari segi perizinan sampai pemantauan segala aktivitas PT.KJJ.

“DPRD harus segera membentuk tim yang independen untuk menelusuri segala bentuk pelanggaran PT.KJJ,” tegas Dedi.

Pantauan dilapangan, puluhan aparat gabungan kepolisian tampak berjaga-jalan mengamankan jalannya unjukrasa di depan pintu masuk kantor DPRD Kepri tersebut. Aksi berjalan damai.

Hingga berita ini diturunkan, managemen PT KJJ belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan seputar penolakan tokoh dan mahasiswa Anambas hadirnya PT KJJ di wilayah mereka.(***)

Tinggalkan Balasan

Back to top button