KEPRI

372 Anggota TNI AL Diperiksa Urinenya

di Mako Lantamal Tanjungpinang

Prajurit TNI AL mendengarkan paparan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S.Irawan dalam agenda tes urin di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (31/5). Foto Istimewa
Prajurit TNI AL mendengarkan paparan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S.Irawan dalam agenda tes urin di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (31/5). Foto Istimewa

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sebanyak 372 orang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalani tes urine di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang di Jalan Batu Hitam, Tanjungpinang, Selasa (31/5) .

Agenda ini digelar oleh Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S.Irawan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri, guna memerangi peredaran narkoba.

Pemeriksaan urin oleh BNN Kepri dilaksanakan atas permintaan resmi Komandan Lantamal IV melalui Diskes Lantamal IV. Kegiatan diikuti oleh seluruh prajurit mulai dari Tamtama sampai dengan Perwira dan ASN tanpa terkecuali. Termasuk Komandan Lantamal IV, Asisten,Kadis yang ada dimako Lantamal IV ikut bersama pemeriksaan urin.

Dalam sambutannya, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S.Irawan mengatakan, bahwa sesuai dengan komitmen TNI Angkatan Laut untuk perang terhadap NARKOBA, maka Lantamal IV dan jajaranya dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan penandatanganan fakta integritas kesepakatan prajurit dan ASN Lantamal IV bebas NARKOBA. Yang akan ditandatangani oleh masing-masing satuan kerja dihadapan Komandan Lantamal IV.

Dikatakan pula, bahwa diketahui bersama, peredaran serta penyalagunaan Narkotika dan zat adiktif lainnya yang dikenal dengan Narkoba, di Indonesia sudah sangat marak, dan tidak hanya dikota-kota besar. Bahkan sudah sampai kepelosok-pelosok desa. Hampir setiap saat berita-berita dimedia elektronik dan cetak muncul berita tentang penyalagunaan Narkoba tersebut.

“Hal ini tentunya menjadi suatu ancaman yang sangat serius bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia dimasa mendatang,” tegas Irawan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Provinsi Kepri, AKBP Ahmad Yani. Menurutnya, bahwa sejak tahun 2015 pemimpin nasional telah mencanangkan Indonesia ‘darurat Narkoba’. Karena, Narkoba mampu merubah perilaku manusia. Efek yang pertama kali diserang adalah otak dan akan ketergantungan.

“saat ini di Kepri peredaran NARKOBA yang masuk diseludupkan lewat laut untuk itu tugas kita bersama khususnya Lantamal IV sebagai garda terdepan turut serta membantu BNN memberantas peredaranya,” pinta Yani.

Lebih lanjut, Yani mengatakan, bahwa sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009, bahwa barang siapa membawa, menyimpan dan mengedarkan akan mendapatkan sangsi hukum yang berat demikian juga bagi pengguna akan direhabilitasi.

Penyuluh Narkoba, Ahli Madya BNN Provinsi Kepri Drs.Ali Chosim,Apt,MSi juga Mengajak kepada semua jajaran dan masyarakat luas agar menjauhi Narkoba dan sayangi keluarga. Karena, sekali kenak pasti akan mempunyai dampak merugikan semua orang, termasuk masa depan generasi bangsa.

“Penyalagunaan Narkoba akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikis, depresi yang hebat, rusaknya organ tubuh seperti otak, jantung, ginjal dan hati yang dapat mengakibatkan kematian dan tentunya kita semua tidak kita harapkan hal tersebut terjadi pada diri sendiri maupun keluarga kita. Untuk itu jauhi Narkoba sayangi keluarga kita,” imbau Chosim. (***)

Tinggalkan Balasan

Back to top button