Pilot Malindo Air Asal Malaysia Terjaring Operasi Bersinar BNN Kepri Konsumsi Sabu

PROKEPRI.COM, BATAM – Pilot Malindo Air asal Malaysia, Ahmad Syahman bin Shaharudin diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam karena positif menggunakan narkotika jenis sabu sekitar pukul 11.00 WIB. Bersama pelaku diamankan barang bukti (BB) 1,90 gram sabu-sabu.
Kepala BNNP Kepri Brigjend Pol Richard Nainggolan, membenarkan pihaknya telah mengamankan pilot asing berusia 34 tahun itu ke kantor BNNP Kepri di Batu Besar, Nongsa, Kota Batam untuk menjalani pemeriksaan.
“Iya mas sekarang yang bersangkutan diamankan di kantor BNNP Kepri,” kata Richard kepada wartawan, Sabtu (30/12/2017), seraya mengatakan hasil pemeriksaan pilot warga negara (WN) Malaysia itu diketahui positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.
Dalam operasi gabungan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sabu-sabu 1,90 gram dan diduga kuat barang haram itu dibuang Pilot Ahmad ke tong sampah di toilet Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Operasi gabungan BNNP Kepri bersama petugas Avition Security (Avsec), Satreskrim Narkoba Polresta Barelang, Polsek Bandara dan Bea Cukai memeriksa Crew dari delapan maskapai penerbangan domestik dan satu penerbangan internasional.
“Barang bukti (BB) yang diamankan dari pelaku (Ahmad) yaitu satu paket sabu, satu set alat isap yang disimpan dalam tas kaca mata. BB berhasil kita temukan di tong sampa321h toilet Bandara. Tersangka membuang barang bukti saat diminta mengambil sampel test urine, “ungkapnya, dikutip prokepri dari antara.
Dikatakannya, saat hendak dites urine di jalur kedatangan pilot Malindo Air tersebut sempat menolak. Hampir satu jam Ahmad beralasan kepada petugas tidak dapat buang air kecil. Padahal, pihaknya sudah memberikan dua botol air mineral kepadanya.
“Katanya belum bisa buang air kecil, makanya kita langsung bawa ke kantor BNN,” jelasnya.
Richard menyatakan akan rutin menggelar operasi bersinar di jalur pintu masuk menuju Provinsi Kepri dan Kota Batam untuk mencegah narkoba masuk provinsi tersebut. Tim gabungan ini melakukan pemeriksaan terhadap 33 laki-laki dan 36 perempuan yang merupakan crew dari delapan maskapai penerbangan dalam negeri dan satu penerbangan internasional.
“Tim juga melakukan pengawasan ketat di pintu masuk dan kedatangan baik domestik dan internasional dan dibantu satu ekor anjing pelacak jenis K9 milik Bea dan Cukai Kota Batam,”tukasnya. (ant/ ira)
EDITOR : INDRA H
