BEM KM UNAND Laksanakan Program GANTARA
PROKEPRI.COM, PADANG – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM UNAND) melaksanakan program Gerakan Antisipasi dan Ketangguhan Bencana Masyarakat Gurun Laweh Nanggalo melalui Mitigasi Terintegrasi Fase Hulu, Tengah, dan Hilir di RT 02 RW 02, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Kamis (2/7/2026).
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, mitra, dan masyarakat.
Pembukaan GANTARA dihadiri oleh perwakilan Direktorat Kemahasiswaan UNAND, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berbagai organisasi mitra, dosen pendamping, serta mahasiswa pelaksana.
Program akan berlangsung mulai Juni hingga November dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana melalui pendekatan yang terintegrasi.
Ketua Pelaksana, Alfa Rino Svedrilio, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa yang didukung Kemendiktisaintek agar mahasiswa dapat terjun langsung ke tengah masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi, khususnya dalam aspek kebencanaan.
Menurutnya, konsep GANTARA mengintegrasikan tiga tahapan penanggulangan bencana. Pada fase hulu, kegiatan difokuskan pada upaya memperbaiki serta menyiapkan lingkungan agar lebih siap menghadapi potensi bencana. Fase tengah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi dan penguatan kapasitas.
Sementara itu, fase hilir menitikberatkan pada strategi agar masyarakat mampu bangkit lebih cepat setelah terjadi bencana.
“Melalui program ini kami ingin membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, hingga pemulihan. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan.
Program GANTARA juga melibatkan berbagai mitra strategis, di antaranya Pemerintah Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, BPBD Kota Padang, Dinas Kesehatan Kota Padang, Dinas Sosial Kota Padang, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, serta Balai Wilayah Sungai (BWS).
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi program sekaligus membangun sinergi antarinstansi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Dosen Pendamping Program, Risti Kurnia Dewi, S.Gz., M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung selama kurang lebih lima bulan dengan fokus utama pada pemberdayaan masyarakat dalam bidang kebencanaan.
“Program ini dilaksanakan mulai Juni hingga November dengan fokus pada pengabdian masyarakat bertema kebencanaan. Harapannya, berbagai kegiatan yang dirancang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubdirektorat Pengembangan Kreativitas Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Universitas Andalas, Budi Rahmadya, Ph.D., yang mewakili Direktorat Kemahasiswaan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, PPK Ormawa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk tidak hanya berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata.(i)
Editor: yn
