KEPRI

CCTV di Pasar Baru Tanjungpinang Tak Membuat Maling Takut

Pedagang Salahkan BUMD

Suasana pedagang Pasar Baru menjajakan dagangannya, Selasa (14/11/2017). Foto prokepri.com/AMRY.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pedangang di Pasar Baru I Tanjungpinang resah. Pasalnya, dagangan mereka sering diembat pelaku pejahatan (maling). Meski sudah terpasangan CCTV, tidak membuat maling menjadi takut.

Meskipun CCTV telah dipasang oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang, namun aksi nekat maling tidak bisa dicegah.

Salah satu pedagang yang juga korbar kemalingan belum lama ini, Joni mengatakan bahwa barang yang diambil maling hanya barang yang mahal-mahal seperti Bawang Putih serta uang recehan.

“Atas kemalingan ini saya mengalami kerugian sekitar Rp 2.500.000. Kalau uang recehan itu sekitar Rp 500 ribu lah,” kata Joni, Selasa (14/11) saat ditemui di tempatnya jualan.

Ditempat yang sama, pedagang di Pasar Baru I Tanjungpinang yang juga korban kemalingan, Saragih mengatakan bahwa aksi nekat maling sudah terekam CCTV yang terpasang di pasar, namun tidak bisa dikenal.

“Saat maling tersebut beraksi, dia mengunakan jas hujan, jadi tidak nampak sama sekali mukanya,” ucapnya.

Menurutnya, maling masuk dalam pasar dengan cara memotong gembok pintu dengan gergaji.

“Ini kesalahan BUMD, kenapa kasi gembok pintu yang kecil. Biasanya toko-toko pakai gembok yang besar, ini dikasi gembok kecil jadi kan gampang dipotongnya malingnya,” ucapnya.

Selain memotong gembok, lanjutnya, maling dalam menjalankan aksinya juga memutuskan kabel CCTV yang terpasang agar tidak berfungsi.

Ia mengakui, atas kejadian ini dirinya mengalami kerugian lebih kurang Rp 400 ribu.

“Malingnya anya mengambil uang recehan yang tersimpan sekitar Rp 400 ribu lah,” tutupnya.

Reporter : AMRY
Editor : YAN

Back to top button