KEPRI

Cuaca Buruk Nelayan Bintan Parkirkan Kapal di Pelantar

Terlihat kapal-kapal nelayan di Kabupaten Bintan diparkirkan di pelantar, Kamis (2/2) kemaren. Mereka enggan melaut karena cuaca buruk faktor angin utara. Foto Prokepri.com/SL

PROKEPRI.COM, BINTAN – Sejumlah nelayan di Kabupaten Bintan memilih memarkirkan kapalnya di pelantar-pelantar, ketimbang harus pergi melaut mencari ikan. Pasalnya, angin utara yang berhembus membuat sejumlah nelayan memilih untuk menomor satukan keselamatan.

“Udah beberapa hari ini kami gak turun (melaut-red), pasalnya angin kencang sekali, sulit juga untuk mencari ikan,” ungkap salah seorang nelayan di Kawal, Mudin (40), Kamis (2/2).

Namun, meski demikian Mudin sesekali juga tetap mencari ikan, tetapi dengan rute yang tidak seperti biasanya. Paling jauh hanya 10 mil dari bibir pantai. Karena jika dipaksakan untuk mengikuti seperti rute dihari biasanya, bisa mengancam keselamatan.

“Kalaupun turun palingan, disekitaran sini aja, gak berani untuk turun jauh-jauh,” kata Mudin.

Hal ini juga dirasakan oleh nelayan Kijang, Kecamatan Bintan timur (Bintim) semenja gelombang dan angin kuat nelayan Kijnag lebih memilih menyandarkan kapal-kapalnya di pelantar.

“Udah mau dua minggu kapal kami nyandar mas, soalnya takut mau turun disaat angin kuat,” kata Amri salah seorang nelayan asal Kijang, Kamis (2/2).

Akibat banyak nelayan tidak mencari ikan, sejumlah jenis ikan di Bintan melambung. Seperti halnya ikan tongkol, seblumnya Rp 10 ribu kini menjadi Rp 45 ribu/ Kg. Sedangkan ikan mata besar sebelumnya Rp 25 ribu kini menjadi Rp 55 ribu.

“Harga ikan mahal dipasar, kami sementara beralih makan tahu, tempe aja. Sesekali beli ayam karena harga ikan dan ayam hampir sama,” ungkap salah seorang ibu rumah tangga Sulis.(cr1)

Tinggalkan Balasan

Back to top button