Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!


Curi Kabel Bekas Kantor DPRD Kepri, Dahrun Siregar disidangkan

 

Suasana sidang di PN Tanjungpinang. Foto prokepri/sueb.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dahrun Siregar terdakwa kasus pencurian Kabel, di Bekas Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri  yang berada di Jalan Jalan Adi Sucipto Km.11 disidangkan, dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), Rabu (11/09/2019)

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU pengganti Zaldi Akri menguraikan bahwa terdakwa pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2019 sekira pukul 10.00 wib bertempat di Bekas Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Riau Jalan Adi Sucipto Km. 11 Tanjungpinang mencoba mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang mana niat itu telah nyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri

Bahwa berawal pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekira pukul 23.00 wib, Terdakwa bersama kedua temannya yaitu saudara Pandi (dalam pencarian) dan saudara Pentol (dalam pencarian) mendatangi Bekas Gedung DPRD Provinsi Kepulauan dengan membawa gergaji besi bergagang warna merah, lalu terdakwa dan teman-temannya meninggalkan gergaji tersebut di dalam parit di atas kabel listrik.

“Adapun tujuan Terdakwa bersama kedua orang temannya datang ke lokasi tersebut adalah untuk mengambil kabel listrik milik Hotel Aston yang akan dilakukan keesokan harinya.”Kata JPU saat membacakan dakwaan pada Selasa (10/09) sore

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2019 sekira pukul 10.00 wib, Terdakwa kembali mendatangi Bekas Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Riau untuk mengambil kabel listrik milik Hotel Aston yang ditanam sepanjang tembok belakang Gedung, dengan cara Terdakwa membuka bungkusan kabel listrik yang sebelumnya sudah dibungkus rapi dan ditanamkan dalam tanah oleh petugas keamanan Hotel Aston.

Pada saat Terdakwa melakukan perbuatannya, datang saksi Noviendo Prasetio yang sedang melakukan patroli rutin di seputaran Hotel Aston Jalan Adi Sucipto dan saksi melihat terdakwa sedang duduk dekat kabel listrik sambil memegang gergaji berwarna merah.

Saat diinterogasi oleh saksi beserta petugas keamanan lainnya, terdakwa tidak mengakui bahwa gergaji merah yang digunakan adalah miliknya serta terdakwa berbelit-belit dalam menjawab pertanyaan saksi.

Oleh karena perbuatannya tersebut, akhirnya terdakwa  dibawa ke Polsek Tanjungpinang Timur.

Bahwa dalam melakukan perbuatannya tersebut, Terdakwa tidak ada memiliki izin dari pemilik kabel listrik yang hendak diambilnya.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 Jo Pasal 53 KUHP.

Sidang tersebut dipimpin oleh ketua majelis hakim Guntur Kurniawan didampingi Acep Sopian Sauri dan Santonius Tambunan selaku hakim anggota usai mendengarkan dakwaan jaksa langsung melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi

JPU dalam kesempatan tersebut menghadirkan tiga orang saksi, diantaranya adalah dua orang satpam Aston dan satu orang anggota Polsek Tanjungpinang Timur.(SUEB)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.