Dinamika Demokrasi Mahasiswa Bagian Proses Kepemimpinan

PROKEPRI.COM, BINTAN – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri), Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menekankan bahwa dinamika demokrasi mahasiswa merupakan bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh aktivitas organisasi tetap berlandaskan etika, moral, dan tata aturan kelembagaan.
“Perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Namun setiap langkah yang diambil harus dijaga dalam koridor etika, aturan, dan tanggung jawab moral. Di situlah nilai pendidikan organisasi mahasiswa,”kata Faisal dalam sambutan Pelantikan Akbar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Razali Jaya STAIN SAR Kepri, Rabu (28/1/2026).
Pelantikan akbar tersebut melibatkan seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan STAIN SAR Kepri, meliputi Dewan Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), serta organisasi internal kampus lainnya. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat sebagai penanda awal masa kepengurusan Ormawa Tahun 2026.
Faisal juga menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas nonakademik, tetapi menjadi ruang strategis untuk mengasah kepemimpinan, cara berpikir kritis, kemampuan manajerial, serta kepekaan terhadap dinamika pembangunan bangsa dan daerah.
Dia menyebutkan bahwa kepengurusan Ormawa Tahun 2026 berada pada fase transisi penting seiring dengan dinamika kelembagaan kampus ke depan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu bersikap adaptif, progresif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademik serta keislaman.
Selain itu, ia mendorong setiap organisasi mahasiswa untuk menyusun program kerja yang terencana dan berdampak nyata bagi kemaslahatan kampus dan masyarakat.
Faisal juga menekankan optimalisasi pemanfaatan fasilitas kampus yang telah tersedia, termasuk masjid, laboratorium, dan ruang-ruang kegiatan mahasiswa.
Menjelang bulan suci Ramadan, Faisal turut mengajak Ormawa berperan aktif menghidupkan suasana keagamaan di lingkungan kampus melalui kegiatan keislaman yang terstruktur, seperti salat berjamaah, buka puasa bersama, dan kajian singkat Ramadan.
“Jangan biarkan masjid kampus sepi. Ramadan di kampus harus menjadi ruang pembinaan spiritual dan kebersamaan mahasiswa,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa dukungan pendanaan dari kampus bersifat stimulus, sehingga organisasi mahasiswa didorong untuk mandiri, kreatif, dan mampu membangun jejaring kolaborasi, baik dengan internal maupun eksternal kampus.
Menutup sambutannya, Ketua STAIN SAR Kepri mengajak seluruh pengurus Ormawa turut berperan aktif dalam mendukung sosialisasi penerimaan mahasiswa baru dengan memanfaatkan berbagai platform media dan jejaring mahasiswa.(jp)
Editor: yn
