Diskominfo Kepri Kebut ‘Habiskan’ Anggaran Publikasi Rp13 Miliar di Akhir Tahun, Diduga Beraroma KKN!

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepri mengebutkan pedal gas menghabiskan anggaran publikasi dengan nilai fantastis mencapai Rp13 miliar hingga akhir tahun ini.
“Bukan Rp10 miliar, tapi anggaran publikasi di Diskominfo Kepri Rp13 miliar dihabiskan mereka hingga akhir tahun ini,”kata seorang sumber terpercaya kepada media ini, Jumat (21/11/2025).
Kucuran anggaran APBD Kepri tahun 2025 itu, dinilainya syarat beraroma Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
“Hanya segelintir media-media tertentu yang dapat, sesuai kemauan mereka. Ini patut diduga KKN,”ungkap sumber itu.
Terpisah, Kepala Diskominfo Kepri Hendri Kurniadi saat dikonfirmasi perihal hal tersebut, tak memberikan jawaban spesifik.
“Saya juga masuknya tidak dari awal, nanti kita chek terus,”ungkap Hendri kepada media ini, Senin (17/11/2025) lalu.
Berdasarkan hasil penelusuran, segelintir media banyak memperoleh pesanan advetorial dari Diskominfo Kepri. Parahnya, advetorial pesanan itu merupakan rilis yang telah tayang lama sebelumnya di laman Diskominfo Kepri.
Berita advetorial, seharusnya mengedepankan azaz kode etik jurnalistik dengan penulisan terbaru sesuai agenda program yang dikucurkan Gubernur maupun Wakil Gubernur Provinsi Kepri.
Sebaliknya, advetorial yang dipesan dengan harga jutaan per sekali tayang itu, terkesan hanya menghambur-hamburkan belasan miliar uang rakyat, tanpa ada manfaat informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Gubernur maupaun Wakil Gubernur, Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura soal buruknya kinerja Diskominfo Kepri dibawah komando Hendri Kurniadi.(jp)
Editor: yn
