KEPRITANJUNGPINANG

Divonis 5 Tahun Penjara, Eks Pejabat BPN Tanjungpinang Ajukan PK

Suasana sidang PK yang diajukan terpidana 5 tahun penjara Yusrizal A di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kepri, Selasa (7/2). Foto Prokepri.com/AL.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Yusrizal A, salah seorang terpidana hukuman 5 tahun penjara, yang juga merupakan anggota Tim 9 kasus korupsi pembebasan ganti rugi lahan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SD di Kota Tanjungpinang tahun 2009 silam senilai Rp1,8 miliar, mengajukan sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Kepri, Selasa (7/2).

Dalam sidang PK tersebut, mantan Kepal Seksi (Kasi) HT di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tanjungpinang ini didampingi tiga penasehat hukumnya, Herman SH MH, Eko Murtisaputra SH MH dan Suharjo SH, dipimpin majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Purwaningsih SH MH serta dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

Dalam sidang PK tersebut, Tim PH Yusrizal menyampaikan keberatan atas putusan yang diberikan oleh MA RI terhadap kliennya, dikarenakan bahwa pembayaran uang kerugian negara yang ikut dibebankan kepada kliennya itu merupakan tangggungjawab dari Dedi Chandra (mantan Kepala DPPKAD Kota Tanjungpinang, terpidana kausus yang sama,red) yang seharusnya membayar Rp1,218 miliar.

Namun dalam perkara putusan Kasasi Nomor 2970 L/PID.Sus/2015 tanggal 13 Januari 2016, atas diri pemohon tidak membankan kerugian negara tersebut.

“Dengan dibayarkannya kerugian negara oleh Dedi Chandra setelah adanya putusan Kasai Nomor 1945 K/Pid.Sus/2015 tanggal 21 September 2016, hal ini merupakan keadaan baru yang apabila saat proses persidangan tingkat pertama, tentunya penghukuman yang akan dijatuhkan atas diri pemohon (Yusrizal) oleh Judect Juris akan menimbulkan keadaan baru,” kata Herman.

Menurut Herman, apa yang disampaikan dalam memori PK tersebut, dimana telah terjadi Disparitas oleh JPU yang sebenarnya dan sangat tidak dapat diterima oleh pemohon PK, terutama keluarga pemohon yang sangat menderita dengan pidana selama 5 tahun tersebut.

“Kami mohon majelis hakim yang mengadili perkara ini dapat mengabulkan pemohonan PK ini yang seadil-adilnya,” kata PH terdakwa.

Sidang pemohonan PK dilakukan Yusrizal tersebut dilanjutkan sepekan mendatang dengan agenda menunjukan sejumlah bukti baru yang dimilik pihak pemohon.

Dalam perkara kasus korupsi dana ganti rugi lahan pembangunan USB tersebut sebelumnya juga melibatkan Syafrizal, mantan Camat Tanjungpinang Timur, Deddy Chandra, mantan Kabag Pemerintahan Pemko Tanjungpinang termasuk terdakwa Gustian Bayu.

Masing-masing terdakwa tersebut juga telah dijatuhi vonis oleh majelis hakim Tipikor Tanjungpinang, dan sebagian masih dalam proses banding ketingkat lebih tinggi.

Yusrizal sendiri, awalnya divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang selama 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Rasyid SH dari Kejari Tanjungpinang sebelumnya selama 5 tahun dan denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan. Akibatnya JPU mengajukan banding, dan dalam putusan akhir MA akhirnya memperkuat tuntutan JPU selama 5 tahun. (al)

Tinggalkan Balasan

Back to top button