KARIMUNKEPRI

Christopher, DPO Kasus Korupsi Tanggul Urung di Karimun Tertangkap di Jakarta

Kejati Kepri Koordinasi Dengan Kejati Bengkulu

Aspidsus Kejati, Feri Taslim SH MH saat diwawancarai awak media dikantor Kejati kepri belum lama ini. Foto Prokepri.com/YAN.

PROKEPRI.COM, KARIMUN– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri saat ini tengah melakukan langkah koordinasi dengan pihak Kejati Bengkulu atas tertangkapnya Christopher Dewabrata, Direktur Utama PT Beringin Bangun Utama, selaku kontraktor pelaksana proyek yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan ditangkap di Jakarta, Sabtu 4 Februari 2017 kemaren.

Christopher sendiri dikabarkan telah ditangkap pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, di salah satu restoran di kawasan Jakarta Barat, Sabtu 4 Februari 2017. Ia juga menjadi buronan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Pengendali Banjir (PPB), Balai Wilayah Sungai (BSW) VII, di Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, Bengkulu, tahun 2014 lalu.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak Kejati Bengkulu, terkait status Christopher itu sendiri yang selama ini juga menjadi DPO Kejati Kepri,” kata Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka SH MH melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Feri Taslim SH MH, Selasa (7/2)

Lebih lanjut, Aspidsus Kejati Kepri ini belum bisa memastikan, apakah Christopher yang saat ini menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang dapat dihadirkan dalam sidang yang tengah berlangsung.

“Yang bersangkutan (Christopher) saat ini tengah menjalani proses penyidikan oleh Kejati Bengkulu. Kita tunggu saja bagaimana perkembangannya nanti,” ucap Feri.

Sebagaimana diketahui, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang saat ini tengah menjalani In Absentia terhadap perkara dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Tanggul Urung, dengan terdakwa Christopher

Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Santonius Tambunan SH MH mengatakan, bahwa proses sidang In Abstentia atas nama terdakwa Christopher Dewabrata tersebut tetap dilanjutkan sebagaimana mestinya, melalui pemeriksaan para saksi, hingga tuntutan dan vonis yang akan dijatuhkan oleh majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut, meskipun tanpa dihadiri oleh terdakwa sendiri.

“Secara lisan maupun lewat media, kita telah mendampat informasi atas tertangkapnya terdakwa Christopher tersebut oleh pihak Kejati Bengkulu di Jakarta pada Sabtu (4/2) kemaren. Namun demikian, jalanya sidang perkara In Abstentia tersebut akan tetap dilanjutkan sebagaimana mestinya,” ungkap Santonius.

Meski demikian, terang Santonius,, bahwa hasil dari sidang perkara vonis atas nama Christopher tersebut, akan disampaikan kepada yang bersangkutan nanti, untuk menyampaikan haknya, apakah menerima, banding atau pikir-pikir.

Sebagaimana diketahui, dalam perkara dugaan kasus korupsi proyek Tanggul Urung di Karimun tersebut, juga melibatkan mantan pejabat di Dinas Pekejaan Umum (PU) Provinsi, Purwanta (48) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek itu

Dalam sidang, Purwanta akhirnya dijatuhi divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang selama 3 tahun 6 bulan ditambah denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan dalam sidang, Selasa, 26 Apri 2016 lalu.

Majelis hakim menyatakan terdakwa Purwanta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek Tanggul Urung tersebut secara bersama-sama dengan Christopher Dewabrata. (al)

Tinggalkan Balasan

Back to top button