KEPRI

Gawat, Ratusan Warga Tanjungpinang Terjangkit Virus HIV/AIDS

Ilustrasi stop HIV/AIDS

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Ratusan warga Kota Tanjungpinang dipastikan sudah terjangkit virus mematikan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Berdasarkan informasi yang prokepri.com dapatkan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam, SKM, M.Si, untuk tahun ini, setidaknya ada ratusan orang yang melaporkan diri terjangkit virus HIV/AIDS di klinik kesehatan.

“Tiap tahun penderita HIV/AIDS terus bertambah, dia gak ada sembuh, berkurangnya ya karena meninggal, untuk dua bulan terakhir di tahun 2017 ada 23 orang, di tahun 2016 ada 163 orang, di tahun 2015 ada 133 orang, kalau diakumulasikan dari tahun 2009 maka total semuanya ada 849 orang,” ungkap Rustam dikantornya, Rabu (8/3).

Sebagai tindakan preventif, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mengaku telah melakukan berbagai bentuk dan usaha kampanye prilaku hubungan seks yang sehat, agar virus HIV/AIDS tidak menginfeksi warga Tanjungpinang lagi.

“Tentunya kami melakukan penyuluhan dan pencerdasan prilaku seks sehat kepada kelompok resiko tinggi maupun kelompok resiko rendah, juga remaja, secara umur dari data yang ada rentangnya memang panjang, maksudnya umur-umur produktif, antara 25 sampai 49, kalau anak-anak terdata di bawah 4 tahun ada 25, yang 5 tahun sampai 14 tahun ada 6, 15 tahun hingga 24 ada 91 orang,” jelas Rustam.

“Walaupun orang yang terjangkit virus ini tidak bisa sembuh tetapi dia masih bisa survive menekan pertumbuhan jumlah virus, selama dia masih diketahui secara dini, berprilaku hidup baik, sehat dan rutin mengkonsumsi ARB secara teratur maka dia akan bertahan,” sambung Rustam, sembari dia mengemas beberapa berkas di kantornya.

Sebagai bentuk penyadaran Rustam kembali menyampaikan himbauan kepada masyarakat kepri untuk menjauhi hubungan badan beresiko.

“Yang pertama bagi kaum muda belum mampu menikah maka harus abstinence (berpuasa), untuk menekan gejolak syahwat, yang kedua faithful (setia terhadap pasangan yang sah) artinya kalau sudah menikah tidak boleh dengan yang lain, yang ketiga kalau salah satu pasangan sah itu positif terkena virus, maka harus pakai kondom walaupun suami istri, karena termasuk hubunganseks yang beresiko,” pesannya lagi.

“Kalau yang lain-lain sudah jalan, misalnya donor darah sudah di screening, semua ibu hamil wajib periksa HIV jika ada yang positif minum ARV (anti retroviral), bayinya mendapat tindakan sesar dan tidak diberikan ASI, jadi kita telah tutup pintu lain, tinggal pintu seksual yang tidak bisa kita tutup kecuali warga sendiri yang menutupnya dengan prilaku seks individu,” Rustam.

Pentingnya berprilaku yang sehat akan menghindarkan warga dari terjangkit virus HIV/AIDS.

“Pengguna narkoba jarum suntik memang jarang kita temui di Tanjungpinang, bertindik juga punya resiko besar terjangkit virus HIV, hati-hati juga pisau cukur setelah gunting rambut, pastikan betul pisau yang digunakan adalah pisau yang baru,” tutup Rustam mewanti-wanti.

Reporter : Rudi Rendra

Tinggalkan Balasan

Back to top button