Gerak Cepat Aktivis PATBM Tanjungpinang Lindungi Anak Selama Masa Pandemi

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3PM) menggelar kegiatan Pembinaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) tingkat Kelurahan se-Kota Tanjungpinang, yang berlangsung sejak Rabu (5/8) hingga Rabu (19/8/2020).

Dalam kegiatan tersebut, PATBM menyampaikan hasil kegiatan yang dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19.

Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang Raja Khairani memaparkan, sejak dibentuknya PATBM di Kota Gurindam, para aktivis PATBM terus aktif menjalankan tugas dalam mencegah dan menanggapi persoalan anak di masa pandemi Covid-19.

“Hal ini dilakukan agar anak-anak dapat terlindungi, baik kesehatan, pendidikan, maupun mendapatkan kasih sayang orangtua,” jelas Khairani.

Seperti yang dilakukan aktivis PATBM kelurahan Tanjungpinang Barat. Tidak hanya memfasilitasi WiFi gratis saja, bahkan disediakan kertas HVS dan mesin printer bagi anak-anak yang diharuskan memprint tugasnya. Disamping itu juga dukungan dari pihak kelurahan terhadap anak juga cukup tinggi di kelurahan ini.

Begitu juga dengan aktivis PATBM kelurahan Senggarang, memberikan wifi gratis untuk anak belajar di rumahnya. Bahkan, di wilyah pesisir guru mendatangi rumah muridnya karna keterbatasan internet, agar pendidikan tetap berjalan.

“Sedangkan aktivis PATBM Pinang Kencana, rutin mengumpulkan dana dan sembako untuk disalurkan kepada keluarga terdampak Covid-19. Kegiatan ini sudah berlangsung selama masa pandemi dan terus berlanjut setiap bulannya,” sambung Khairani.

Menariknya lagi, masih Khairani, PATBM kelurahan Kampung Bulang, Tanjung Unggat, Kampung Bugis, Dompak, tidak bosan-bosannya mendengarkan keluh kesah masyarakat dalam menghadapi situasi Covid-19. Mereka juga ada yang mengadakan kelas parenting seperti di kelurahan Seijang dan Kampung Bulang.

PATBM Tanjungpinang Kota sedang gencar-gencarnya turun ke masyarakat berbagi masker kepada anak di taman bermain gedung gonggong.
PATM Kemboja selalu bersinergi dengan kelurahan lainnya, Babinsa dan Babin Kantibmas menyangkut persoalan anak di wilayahnya. Begitu juga dengan PATBM Tanjungpinang Timur.

“PATBM di Tanjungpinang juga tetap aktif melakukan kegiatan penguatan nilai-nilai keagamaan dan mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut, Khairani mengatakan, banyak masalah anak yang ditemukan selama masa pandemi ini, dimana anak harus belajar jarak jauh secara daring. Sementara orang tua sedang menghadapi ekonomi yang sulit, jangankan untuk membeli paket internet, untuk makan aja susah.

Selain itu, belajar daring anak-anak lebih banyak yang tidak faham akan pelajaran tersebut dibndingkan belajar tatap muka secara langsung. Ditambah lagi tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan tidak mmpu mengajarkan anaknya selayaknya guru di sekolah.

“Di beberapa kelurahan juga ditemukan tingkat pernikahan usia anak yang cukup tinggi, seperti di Dompak, Senggarang dan Kampung bugis,” ungkapnya.

Sehingga upaya penekanan angka tersebut terus dilakukan melalui kerjasama kelurahan dengan Kemenag, Kemenag, PATBM, RT/RW, majelis ta’lim untuk memberikan pencerahan kepada msyarakat bahwa sesuai Undang-undang perkawinan no. 16 tahun 2019, usia perkawinan baik laki-laki dan perempuan 19 tahun.

“Apabila pernikahan usia anak 18 tahun tentu akan berpengaruh kepada alat repoduksi, anak lahir cacat, secara ekonomi juga si anak belum mapan, hal tersebut bisa berujung kepada percerain”, jelas Kairani.

Ditambahkannya, dalam memberikan perlindungan terhadap anak, DP3APM tidaklah sendiri. Selain didukung oleh jejaringnya PATBM, Forum anak, Puspaga, puspa, juga didukung dengan unsur-unsur lainnya, seperti dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas sosial, dinas Kominfo, camat, lurah, RT, RW, lembaga masyarakat, dan orangtua anak itu sendiri serta tim gugus tugas Covid-19 agar masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat angka perempuan dan anak semakin meningkat akhir-akhir ini.

“Sebelumnya DP3APM memberikan bantuan msker, sembako, serta komunikasi, informasi, dan edukasi ke masyarakat melalui mobil keliling perlindungan Perempuan dan anak agar selalu menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan lainnya, pembuatan vidio, iklan layanan masyarakat melalui televisi, radio, IG, Fb,”tutup Khairani.***

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.