Gubernur Kepri Dukung Keberlanjutan Industri Perkapalan
di Batam

PROKEPRI.COM, BATAM – Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun berjanji akan mendukung keberlanjutan industri perkapalan di Kota Batam.
“Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, saya mendukung keberlanjutan industri perkapalan di Kota Batam. Terlebih kita ingin, Kepri siap menyongsong poros maritim di Indonesia dan Dunia. Salah satunya dengan terus memajukan industri shipyard yang sudah ada, agar lebih maju lagi,” kata Nurdin saat menghadiri peluncuran dua unit kapal yang diproduksi PT Citra Shhipyard di Tanjung Uncang, Batam, kemaren.
Kepri, sambung Nurdin, juga terus mendorong kemajuan maritim dengan segera merealisasikan Akademi Maritim. “Ini yang kita inginkan, guna memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepri dibidang maritim, seperti tujuan utama pembangunan Kepri, ” bebernya.
Nurdin yakin bahwa dengan kuat dibidang maritim, maka potensi besar kelautan di wilayah Kepri bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Hal senada juga dikatakan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut di Kementrian Perhubungan RI, Tonny Budiono. Tonny mengaku bangga, karena kebutuhan akan kapal di Kementerian Perhubungan bisa dipenuhi dari industri dalam negeri (di Batam).
“Tentu dengan standar yang memadai, kita yakin produksi kapal asal Kota Batam bisa diandalkan. Sehingga kedepan, bila ada pengadaan kembali kapal, asalkan sesuai dengan standar dalam pengerjaannya bisa kembali mendapatkan proyek kapal baru,” harap Tonny.
Produksi kapal-kapal dari industri Shipyard Batam kembali bergairah. Kali ini, dua unit kapal produksi PT Citra Shipyard Tanjung Uncang diluncurkan. Dua unit kapal tersebut yakni Kapal Pengamat Perambuan (KPP) 32 M project Hull-296 KN Benggala dan Hull- 297 KN Bepondi. Launching Ceremony dihadiri langsung Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan juga Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, A. Tonny Budiono di Tg.Uncang Batam.
Direktur PT Citra Shipyard Ali Ulai memastikan, dua 2 jenis kapal tersebut akan diperuntukkan bagi operasional KPP diwilayah Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam.
“Penyelesaian kapal tersebut akan dilakukan bertepatan dengan HUT Republik Indonesia yakni 17 Agustus 2016 sekaligus kado kemerdekaan, ” jelas Ali. (***)
