KAMPUS

Hima KIP STAIN SAR Kepri Gelar Seminar Bertema Mewaspadai Bahaya Pergaulan Bebas

Ustaz Fajar Tresna Utama, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAIN SAR Kepri, sebagai narasumber utama seminar memaparkan materinya. Foto prokepri/jp

PROKEPRI.COM, BINTAN – Himpunan Mahasiswa KIP Kuliah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar seminar bertema “Mewaspadai Bahaya Pergaulan Bebas” di Auditorium Razali Jaya STAIN SAR Kepri, Senin, (6/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 255 mahasiswa penerima KIP Kuliah angkatan 2023 dan 2024 serta perwakilan dari seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) STAIN SAR Kepri.

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., dalam sambutan membuka seminar menekankan pentingnya menjaga perilaku, komitmen, dan disiplin diri di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, pergaulan bebas menjadi ancaman serius bagi generasi muda, terutama di era digital yang sarat dengan pengaruh negatif media sosial.

“Kita semua harus saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain. Mahasiswa KIP Kuliah adalah keluarga besar STAIN SAR Kepri yang diharapkan menjadi teladan, bukan hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam akhlak dan perilaku sehari-hari,” ungkapnya.

“Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif. Jadikan diri kalian agen perubahan yang membawa kebaikan, bukan korban dari pengaruh negatif zaman,”sambung Faisal.

Kegiatan seminar menghadirkan Ustaz Fajar Tresna Utama, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAIN SAR Kepri, sebagai narasumber utama.

Dalam materinya, Fajar memaparkan bahwa pergaulan bebas bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga menyangkut moralitas, psikologi, dan spiritualitas seorang muslim.

“Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk penyimpangan yang dapat menghancurkan martabat manusia. Islam mengajarkan kita untuk menjauhi segala hal yang mendekati zina, bukan hanya perbuatannya saja,”jelasnya.

Fajar menambahkan, Al-Qur’an dan hadis secara tegas memberikan peringatan akan bahaya zina, bahkan sejak tahap pandangan, ucapan, hingga keinginan hati. Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:

“Allah telah menakdirkan anak Adam sebagian dari zina yang akan dialaminya. Zina kedua mata adalah melihat, zina mulut adalah berkata, dan zina hati adalah berkeinginan, sedangkan alat kelamin membuktikannya atau mendustakannya,” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

Selain aspek spiritual, beliau juga menyoroti dampak psikologis dari perilaku pergaulan bebas, seperti rasa bersalah, kehilangan arah hidup, hingga gangguan mental. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk menanamkan kesadaran diri, menjaga batas pergaulan, dan membangun hubungan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.(jp)

Editor: yn

Back to top button