KAMPUS

Sajikan Inovasi Tepung FERBINA, Tim Mahasiswa ITB Sabet Gold Medal di SINEC 2026

Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pascapanen, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa (SITH-R) yang tergabung dalam “Team Althara” meraih penghargaan Gold Medal (Juara 1 Subtema Food Security) sekaligus Juara 1 Utama pada ajang Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026. Foto dok ITB

PROKEPRI.COM, BANDUNG – Berkat menyajikan inovasi Tepung FERBINA (Fermentasi Bijian Nusantara), produk tepung komposit yang memanfaatkan proses fermentasi bioteknologi berbahan lokal untuk menekan ketergantungan terhadap impor gandum nasional serta mudah diproduksi oleh petani lokal, tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pascapanen, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa (SITH-R) yang tergabung dalam “Team Althara” meraih penghargaan Gold Medal (Juara 1 Subtema Food Security) sekaligus Juara 1 Utama pada ajang Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026.

Tim ini terdiri atas Maritza Kayla Zasky Malikha, Agnes Ruth Savira, dan Naveed Muhammad Falah.

Inovasi ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin kedua, yaitu Zero Hunger.

Kompetisi nasional ini diselenggarakan oleh Cakap Riset bersama Asosiasi Mahasiswa Peneliti Hukum Indonesia, berkolaborasi dengan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).

Prosesi penganugerahan (Awarding Ceremony) digelar secara luring di Gedung Politeknik Kesehatan Yogyakarta, pada Minggu (28/6/2026).

Tim mengungkapkan, pemilihan subtema Food Security sangat relevan dengan keilmuan Teknologi Pascapanen dan memiliki urgensi besar.

“Pangan itu bisa bernilai lebih ketika manfaatnya tidak hanya sampai di meja makan saja, tetapi bisa berdampak lebih dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Naveed dilansir ITB, Selasa (14/7/2026).

Pencapaian gemilang ini tidak lepas dari bimbingan Dzulianur Mutsla, S.Si., M.T., Ph.D. selaku dosen pembimbing, mendampingi dan memastikan inovasi ini memiliki arah pengembangan yang jelas serta realistis untuk Indonesia.

Perjalanan menuju kemenangan ini dilewati tim di tengah kesibukan akademik maupun nonakademik. Di babak final, mereka harus bersaing ketat menghadapi ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Juara satu.

Kunci kemenangan mereka terletak pada pemahaman detail terhadap esai, kerja sama tim yang solid, serta ketulusan untuk memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.

Editor: yn

Back to top button