Kerap Tayangkan Rilis Basi, Kinerja Kadiskominfo Kepri Hendri Kurniadi Jadi Sorotan

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Di era digital yang bergerak dalam hitungan detik, kecepatan dan ketepatan informasi adalah napas utama sebuah birokrasi yang modern. Namun, kenyataan pahit justru tersaji dari performa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kinerja sang nakhoda, Kadiskominfo Kepri Hendri Kurniadi, kini berada dalam sorotan tajam. Alih-alih menjadi jembatan informasi yang responsif dan aktual, kanal publikasi resmi pemerintah daerah justru sering kedapatan menayangkan rilis berita basi yang sudah lewat momentumnya.
Berdasarkan penelusuran prokepri di kanal publikasi pemerintah provinsi, kepriprov.go.id, Kamis (8/10/2026), telihat jelas banyak rilis atau siaran pers yang ditampilkan mereka banyak yang tersaji basi.
Padahal, bagi sebuah lembaga yang memikul tanggung jawab besar sebagai “corong komunikasi” utama daerah, keterlambatan menyajikan informasi bukan sekadar masalah teknis. Ini adalah cerminan dari lambannya ritme kerja dan lemahnya kepekaan manajerial dalam mengelola dinamika komunikasi publik.
Ketika informasi yang disuguhkan ke publik adalah kabar kemarin yang sudah usang, fungsi edukasi dan transparansi berubah menjadi ruang arsip yang tak lagi menarik untuk dilirik.
“Sejak dipimpin Hendri Kurniadi, kinerja Diskominfo Kepri semakin teruk. Informasi kegiatan pemimpin tak ada bahkan rilis usang ditampilkan,”kata salah seorang wartawan di Tanjungpinang.
Dampak dari lemahnya performa publikasi ini tidak main-main. Efek domino yang paling merugikan langsung mengarah pada citra pucuk pimpinan daerah. Publikasi mengenai agenda, kebijakan, dan kerja keras Gubernur Kepri Ansar Ahmad serta Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura akhirnya terdistorsi.
Alih-alih memotret esensi dari kerja nyata, program strategis, dan komitmen pelayanan yang sedang berjalan, pemberitaan yang terlambat membuat kegiatan strategis kedua pemimpin tersebut terkesan sebatas seremoni formalitas.
Publik dipaksa menonton acara gunting pita, rapat koordinasi, atau kunjungan kerja yang gaungnya sudah redam. Pesan substansial dari setiap pergerakan Gubernur dan Wagub tenggelam di balik narasi yang kaku dan basi. Citra pemimpin yang aktif, dinamis, dan solutif seketika bisa tereduksi menjadi potret pemimpin yang hanya gemar melakukan kegiatan simbolis tanpa urgensi riil, hanya karena keterlambatan pengemasan informasi oleh humas Pemprov.
Kadiskominfo Kepri Hendri Kurniadi semestinya menyadari bahwa di era keterbukaan informasi ini, masyarakat Kepulauan Riau membutuhkan kejelasan yang cepat mengenai apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan oleh pemerintahnya. Transformasi manajemen media informasi di bawah kendali Hendri Kurniadi mendesak untuk dievaluasi total. Mengelola komunikasi publik tidak bisa lagi menggunakan pola pikir birokrasi lama yang serbananti dan serbalambat.
“Gubernur Ansar maupun wakilnya Pak Nyanyang, harus segera melakukan evaluasi atau digantilah. Agar citra mereka berdua pulih kembali. Mengingat Ansar Nyanyang itu pemimpin daerah yang butuh publikasi yang baik,”tandasnya.
Jika lini terdepan informasi daerah ini gagal mengimbangi kecepatan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur, maka seluruh capaian pembangunan yang telah dirancang dengan matang berisiko dianggap sepi oleh publik.
Diskominfo Kepri tidak boleh terus membiarkan rilis basi menjadi konsumsi harian. Sebab, wibawa sebuah pemerintahan tidak hanya dibangun dari apa yang dikerjakan, tetapi juga dari bagaimana kerja nyata tersebut dikomunikasikan secara cerdas, segar, dan tepat waktu kepada masyarakatnya.
Sementara itu terpisah, Kadiskominfo Kepri Hendri Kurniadi tak menampik persoalan publikasi basi di kanal resmi Pemprov tersebut, sehingga kinerjanya mendapat sorotan.
“Terima kasih konfirmasinya ya. Masukan soal publikasi yang basi dan keterbukaan info kegiatan pimpinan kami terima sebagai bahan evaluasi. Mohon maaf kalau ada rilis yang delay, karena kami harus verifikasi dulu dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait supaya info yang keluar akurat,”ujarnya menjawab konfirmasi media ini.
Mengenai informasi kegiatan Ansar-Nyanyang yang dinilai kurang terbuka, Hendri mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menjadwalkan agenda dimaksud.
“Diskominfo tidak dalam hal menjadwalkan kegiatan pimpinan, Diskominfo juga menerima jadwal kegiatan dari OPD-OPD terkait yang bergerak secara dinamis mengenai waktu dan tempatnya. Terkadang jadwal pimpinan berubah dinamis. Sehingga info kepada kami juga tidak dalam waktu yang sebenarnya, dan perubahan-perubahan jadwal di lapangan biasa terjadi untuk kami lakukan dokumentasi dan rilis nya,”,”sambung dia.
Kendati demikian, Hendri berjanji akan memperbaiki publikasi di kanal resminya.
“Kedepan kami komitmen percepat publikasi di media kepriprov.go.id dan bahan foto video lebih cepat dan real time,”pungkasnya.(yan)
