Kesetrum Lalu Terjatuh dari Plafon, Teknisi Listrik Tewas di Bengkong

PROKEPRI.COM, BATAM – Istri teknisi listrik menangis histeris begitu melihat sang suami, Jontiller (46) Warga Bengkong Tengah Blok Q No. 11 RT004/RW.008, Kelurahan Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, melihat sang suami terbujur kaku setelah tewas menggenaskan akibat tersengat listrik, Selasa (07/11/2017) sekitar pukul 08.20 WIB.
Pria kelahiran Sumatera Utara, 20 Nopember 1971 ini menghembuskan napas terakhir saat sedang beraktifitas mencari nafkah hidup keluarganya dengan memasang instalasi listrik di sebuah rumah warga Bengkong Abadi Baru RT.04/RW.14, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.
Kapolsek Bengkong AKP Buala Harefa, SH, MH membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban meninggal dunia diduga akibat tersesntrum listrik, dia lalu terjatuh dari ketinggian 5 meter. Kepalanya membentur lantai semen rumah tempat korban beraktifitas dan mengeluarkan darah segar.
“Sudah dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) bersama Tim Inafis/Identifikasi Polresta Barelang. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara, Polda Kepri untuk divisum et refertum atau diotopsi,”kata AKP Buala Harefa didampingi Kanit Reskrim Polsek Bengkong, IPTU Tigor Dabariba, kepada Prokepri.Com, di Bengkong Abadi, Selasa (07/11/2017)
Dijelaskan, perwira balok tiga dipundak ini,korban sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan/teknisi listrik. Sebelum naas itu tiba, korban sedang memasang instalasi listrik di TKP, Bengkong Abadai Baru, Bengkong, Kota Batam.
“Disamping korban ditemukan peralatan kerja, mulai dari gunting kabel, piting bola lampu, isolatip, taspen dan peralatan listrik lainnya dalam tas milik korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban, hanya luka di bagian kepala akibat terjatuh dan terbentur ke lantai,”ujarnya.
Kronologis kejadiannya, ungkap AKP Buala Harefa, berawal pagi tadi, menurut keterangan dua orang saksi yang berada di TKP, korban sedang memasang instalasi listrik di plafon rumah warga.
Tidak berselang lama, saksi Erwin dan Leovoldo yang berada di dalam mendengar teriakan keras diikuti bunyi ada sesuatu yang terjatuh.
Kaget dengan hal itu, sambung AKP Buala Harefa, saksi langsung ke luar mencari tahu sumber bunyi.
Saksi kaget melihat korban tergeletak di lantai rumah dan kepala korban mengeluarkan darah segar. Begitu didekati saksi, sambil memeriksa denyut nadi dan kondisinya, korban sudah tidak bernapas.
“Seketika saksi dua Leo mematikan aliran listrik dari saklar rumah, Lalu saksi satu Erwin pergi melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bengkong, bahwa ada orang meninggal dunia terjatuh dari plafon ke lantai. Lima menit setelah itu, saya bersama anggota Polsek Bengkong langsung ke TKP dan berkoordinasi dengan Polresta Barelang untuk olah TKP bersama tim Inafis/identifitas,”ungkapnya.
Di lokasi kejadian juga terlihat Camat Bengkong M. Taher dan staffnya serta Ketua RT dan RW setempat melihat kejadian menggenaskan tersebut. (*/ira)
EDITOR : INDRA. H
