Mahasiswa KKN STAIN Kepri Bangun Budaya Hafal Al-Quran di SDN 005 Singkep Pesisir Melalui Sabun Sarah

PROKEPRI.COM, LINGGA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menggelar program Satu Bulan Satu Surah (Sabun Sarah) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.
Program yang bergerak pada bidang pendidikan dan keagamaan ini dirancang sebagai upaya membangun kebiasaan peserta didik untuk membaca, menghafal, mengulang, serta menjaga hafalan Al-Qur’an secara bertahap.
Konsep satu bulan satu surah dihadirkan agar proses menghafal tidak terasa sebagai beban, melainkan menjadi kebiasaan yang dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi 43 siswa kelas IV, V, dan VI melalui kegiatan Pagi Mengaji yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin, Selasa, dan Jumat. Para siswa mengikuti proses pembelajaran dengan membaca dan mengulang ayat secara bersama-sama sebelum menyetorkan hafalan kepada mahasiswa pendamping.
Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa. Metode pengulangan menjadi bagian penting dalam proses tersebut agar peserta didik semakin familiar dengan bacaan dan mampu menjaga hafalan yang telah diperoleh.
Saat ini, materi hafalan yang dibimbing mencakup Surah Ad-Duha hingga An-Nas. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti sesi hafalan dan melakukan setoran secara bertahap. Sejumlah siswa bahkan telah berhasil menuntaskan setoran hafalan dari Surah Ad-Duha hingga An-Nas.
Mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pendamping hafalan, tetapi juga berupaya menciptakan suasana belajar yang komunikatif sehingga siswa memiliki motivasi untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberikan pendampingan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan masing-masing peserta didik.
“Melalui SABUN SARAH, kami tidak hanya menargetkan bertambahnya hafalan siswa, tetapi juga ingin membangun kebiasaan Qur’ani yang konsisten. Konsep satu bulan satu surah diharapkan membuat proses menghafal lebih terarah, ringan, dan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelas mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri, Kamis (20/8/2026).
Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi pendidikan dan keagamaan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Lebih dari sekadar menambah jumlah hafalan, SABUN SARAH diarahkan untuk membangun budaya Qur’ani melalui pembiasaan. Membaca, mengulang, menghafal, dan menjaga hafalan menjadi rangkaian aktivitas yang diharapkan dapat melekat dalam keseharian siswa.
Program ini diharapkan tetap memberikan manfaat meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Dengan membangun kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an sejak usia sekolah, mahasiswa KKN Desa Sedamai berharap SABUN SARAH dapat menjadi langkah sederhana dalam menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, bersemangat belajar, serta memiliki kesadaran untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.(r/yn)
