Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!


Masuk Islam karena Ucapan Orang yang Ia Bunuh

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

PADA peristiwa Bi’ru Ma’unah, yakni pengkhianatan Bani ‘Amir bin Malik ketika Rasulullah mengutus 70 orang sahabat terbaiknya untuk mengajarkan kepada mereka ajaran Islam.

Saat itu, suku-suku dari Bani Sulaim, suku ‘Ushayyah, suku Ra’i, dan suku Dzikwan mengepung rombongan kaum muslimin tersebut. Akhirnya terjadi pertempuran yang tidak seimbang antara dua kubu.

Satu demi satu rombongan kaum muslimin gugur sebagai syahid. Haram bin Malhan juga turut terbunuh. Ia dibunuh oleh Jabbar bin Salma.

Namun, setelah kejadian itu, akhirnya Jabbar masuk Islam, dan yang menjadi penyebab ia masuk Islam adalah karena ia mendengar ucapan dari orang yang dibunuhnya itu.

Jabbar menceritakan, “Di antara yang menyebabkan aku masuk Islam, adalah ketika aku menusuk seorang di antara kaum Muslimin yang ikut dalam rombongan Bi’ru Ma’unah dengan tombak tepat di punggungnya dan menembus dadanya.
Aku mendengar ia mengucap, ‘Demi Allah, aku telah beruntung’. Aku merasa heran, dan berkata dalam hati, ‘Apa yang dimaksud dengan beruntung padahal aku telah membunuhnya?’

Setelah itu aku bertanya kepada orang-orang tentang maksud dari perkataan orang tersebut. Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud adalah mati sebagai syahid.

Aku berkata dalam hati, ‘Ia benar-benar beruntung’. Itulah yang menjadi sebab aku masuk Islam.”(m.Inilah.com)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan