Pemkab Anambas Usulkan Runway Bandara Letung Diperpanjang Jadi 2.600 Meter, Bidik Pesawat Jet dan Dongkrak Pariwisata

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengusulkan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Letung dari 1.600 meter menjadi 2.600 meter.
Pengembangan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi.
Usulan tersebut disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam rapat virtual bersama pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, mengatakan penambahan panjang runway diperlukan agar Bandara Letung mampu melayani pesawat jet berbadan besar, seperti Boeing maupun Airbus.
”Runway yang ada kita minta ditambah menjadi 2.600 meter. Sekarang kan baru 1.600 meter panjangnya,” ujar Sahtiar, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, keberadaan landasan pacu yang lebih panjang akan membuka peluang bagi maskapai untuk mengoperasikan pesawat berkapasitas besar ke Anambas. Selain mampu mengangkut lebih banyak penumpang, pesawat jet juga memiliki waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan pesawat turboprop.
”Kita ingin Bandara Letung bisa didarati pesawat berbadan besar. Kalau itu terwujud, tentu akses menuju Anambas akan semakin mudah dan pilihan maskapai juga semakin banyak,” katanya.
Saat ini, Bandara Letung masih melayani penerbangan menggunakan pesawat ATR milik Wings Air. Sebelumnya, bandara tersebut juga pernah didarati pesawat perintis Susi Air yang hanya mampu mengangkut sekitar 12 penumpang. Kondisi tersebut menunjukkan fasilitas bandara masih terbatas untuk melayani pesawat dengan kapasitas lebih besar.
Sahtiar menilai, kemampuan Bandara Letung menerima pesawat jet akan menjadi nilai tambah bagi Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai destinasi wisata.
Akses yang lebih mudah diyakini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
”Kalau pesawat besar bisa masuk, tentu itu menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan akan semakin mudah datang ke Anambas dan sektor pariwisata ikut bergerak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembahasan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang sebelumnya dilakukan dengan Kementerian Infrastruktur. Saat ini pemerintah pusat sedang menghimpun berbagai usulan dari daerah sebelum mengambil keputusan.
”Awalnya kami bicara dengan Kementerian Infrastruktur. Pembahasan kemarin merupakan tindak lanjutnya. Mereka ingin mendengar usulan daerah. Nanti perkembangannya dibahas dan diputuskan oleh Kementerian Perhubungan. Daerah hanya punya lokasi dan mengusulkan,” jelasnya.
Menurut Sahtiar, apabila usulan tersebut mendapat persetujuan pemerintah pusat, pembangunan dan pengembangan Bandara Letung akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat aset bandara berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap pengembangan Bandara Letung dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat demi memperkuat konektivitas wilayah kepulauan. (as)
Editor: yn
