OPINI

Menilik Untung Rugi Hengkangnya Garuda Indonesia di Bandara RHF

Oleh: Rodi Yandri, Pengurus SMSI Provinsi Kepri

Rodi Yandri. Foto dok prokepri

PROKEPRI.COM, OPINI – Kabar kepergian maskapai Garuda Indonesia di penerbangan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang membawa dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.

Berdasarkan catatan penulis, untung dan ruginya bagi daerah atas kepergian maskapai penerbangan dimulai dengan penurunan konektivitas dan aksesibilitas.

Mobilitas penduduk dan logistik menjadi terhambat, yang secara otomatis mengisolasi daerah tersebut dari pusat ekonomi lainnya.

Kemudian, di sektor pariwisata. Sektor ini tentunya akan terpukul.

Tanpa jalur udara yang memadai, jumlah wisatawan mancanegara maupun domestik akan menurun drastis, menyebabkan hotel, restoran, dan UMKM lokal kehilangan pendapatan.

Tak hanya itu, inflasi biaya logistik juga akan terdampak, lantaran berkurangnya pilihan transportasi sering kali menyebabkan biaya pengiriman barang (kargo) meningkat, yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok di daerah tersebut.

Kondisi ini juga menurunkan investasi. Karena, investor cenderung menghindari daerah yang sulit dijangkau. Kurangnya akses udara yang stabil mengurangi daya tarik daerah untuk ekspansi bisnis atau proyek industri baru.

Terakhir adalah pengangguran sektor Aviasi. Tak dipungkiri, penutupan rute menyebabkan pengurangan tenaga kerja di bandara, mulai dari petugas darat (ground handling), ritel bandara, hingga layanan transportasi lokal seperti taksi dan sewa mobil.

Meskipun secara umum merugikan, kondisi ini dapat memaksa daerah untuk melakukan langkah-langkah strategi.

Dari optimalisasi transportasi alternatif, peluang bagi maskapai baru, efisiensi anggaran bandara, dan fokus pada pasar lokal.

Namun, secara keseluruhan, kepergian maskapai lebih banyak memberikan kerugian ekonomi yang besar.***

Back to top button