KEPRI

Mantan Aktivis Forkot Sambut Baik Investasi Xinyi Group di Batam

Penandatangan kerjasama Xinyi Group dengan PT Makmur Elok Graha (MEG) Indonesia di China belum lama ini. Foto Ist

PROKEPRI.COM, BATAM – Mantan Aktivis FORKOT, Adji Supit menyambut baik investasi perusahaan kaca dan solar panel terkemuka asal China, Xinyi Group sebesar Rp172 triliun di Kota Batam. Xinyi Group, berkomitmen untuk membangun pabrik kaca terbesar di Kawasan Industri Rempang.

“Komitmen itu diwujudkan dengan penandatangan kerjasama antara PT Makmur Elok Graha (MEG) Indonesia dengan Xinyi Grup disaksikan Presiden Jokowi di China menjadi kebanggaan kita sebagai putra daerah Kepri. Ini kita sambut baik, karena akan mempekerjakan anak daerah kepri kedepannya. Selain itu pendapatan daerah juga bertambah untuk masa depan anak cucu bangsa,” kata Adji Supit kepada awak media, Sabtu (12/8/2023).

Adji mengaku sangat bangga adanya investasi tersebut, karena Kepri merupakan daerah perbatasan yang strategis. Selain itu, masih dia, pabrik kaca yang akan di bangun Xinyi Group, merupakan pabrik kaca terbesar nomor dua di dunia setelah China dan pabrik terbesar nomor satu di luar China.

“Kita harus bangga tingal di daerah perbatasan saat ini. Pasalnya Investor mulai berinvestasi dari perusahaan ini mencapai US$ 11,5 miliar atau setara dengan Rp 172,5 triliun (dengan kurs Rp 15.000). Ini merupakan pabrik terbesar nomor dua di dunia setelah China dan pabrik terbesar nomor satu di luar China,” ungkap Adji.

Seperti diketahui, komitmen untuk membangun pabrik kaca terbesar di Kawasan Industri Rempang, Batam dengan investasi sebesar Rp172 triliun itu diwujudkan Xinyi Group dengan melakukan penandatangan kerjasama dengan PT Makmur Elok Graha (MEG) Indonesia. Penandatanganan itu disaksikan Presiden Jokowi di China belum lama ini.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sebagai hasil kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Chengdu, China.

Bahlil mengungkapkan bahwa investasi dari perusahaan ini mencapai US$ 11,5 miliar atau setara dengan Rp 172,5 triliun (dengan kurs Rp 15.000). Ini merupakan pabrik terbesar nomor dua di dunia setelah China dan pabrik terbesar nomor satu di luar China. Pabrik yang akan dibangun di Batam ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi dari sektor pasir kuarsa dan bahan baku lainnya di Indonesia.

Bahlil juga menyebut bahwa pabrik ini nantinya akan memproduksi solar panel yang sebagian besar akan diekspor ke luar negeri.

“Ini adalah pabrik terbesar kedua di dunia setelah China dan pabrik nomor satu di luar China. Produknya akan diekspor hingga 95% karena pasar utamanya adalah pasar internasional,” jelas Bahlil melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, kemaren.

Investasi Xinyi Group ini juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Indonesia. Diperkirakan akan tercipta 35.000 lapangan pekerjaan dari proyek ini, serta akan berkolaborasi dengan pengusaha-pengusaha nasional.

Bahlil menyampaikan apresiasi atas kepercayaan penuh yang diberikan oleh Xinyi Group kepada pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Xinyi Group telah berinvestasi sebesar US$ 700 juta di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, dan kini mereka melanjutkan komitmen mereka untuk berkembang lebih lanjut di Indonesia.

Proyek pabrik kaca dan solar panel ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan industri hilirisasi dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, ini juga akan menjadi langkah maju dalam mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan ekspor produk-produk berkualitas dari Indonesia ke pasar internasional.(yan)

Back to top button