MUI Minta Polisi Usut Lembar Alquran Jadi Bungkus Petasan

Majelis Ulama Indonesia.(Foto CNN)

PROKEPRI.COM,JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Ziyad meminta kepolisian mengusut kasus lembaran Alquran yang diduga menjadi bungkus petasan di Ciledug, Kota Tangerang.

Ziyad menyebut tindakan itu tak beradab jika lembaran Alquran sengaja dipakai sebagai pembungkus petasan.

“Biarkan oleh aparat diusut, ini apa motifnya. Apa karena ketidaktahuan atau secara sengaja? Kalau sengaja jelas ini adalah bentuk ketidakadaban terhadap kitab suci, kendati itu pun sudah lusuh,” kata Ziyad dalam rekaman suara yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (13/9).

Ziyad menegaskan petasan yang dibungkus dari lembar Alquran merupakan bentuk penghinaan terhadap agama dan kitab suci umat Islam.

Ia menjelaskan terdapat beberapa cara untuk memperlakukan lembaran Alquran bila sudah lusuh. Pertama, dengan cara mengubur di tempat yang aman dan tak dilewati oleh pejalan kaki. Kedua, dengan langsung membakarnya.

“Jadi membakar jangan dipahami untuk merendahkan, bukan. Tapi menghindarkan agar tidak terinjak orang. Tapi pandangan yang umum adalah kubur supaya tidak terinjak orang lain,” kata dia.

Lebih lanjut, Ziyad menduga ada unsur pelaku belum mengetahui adab menyikapi lembaran Alquran.

“Sebaliknya, kalau ada orang yang menggunakan secara sengaja, maka itu adalah tindakan yang tidak dibolehkan karena dianggap sebagai bentuk perendahan terhadap Alquran itu sendiri,” kata dia.

Diketahui, sempat beredar di media sosial beredar video yang menunjukkan sisa-sisa letusan petasan yang menunjukkan tulisan Alquran. Video itu sempat diunggah akun Instagram @viralciledug.

Dalam keterangannya, akun tersebut menyampaikan bahwa lokasi kejadian itu berada di Parung Serab, Ciledug.

Saat ini polisi tengah mendalami pihak pemasok bungkus petasan yang diduga dari lembaran Alquran di Ciledug, Kota Tangerang. Lima orang saksi telah diperiksa, termasuk orang yang menjual petasan tersebut.

“Ini lagi pada diperiksa, ya. Ini harus ditelusuri karena dia (penjual) tidak tahu menahu, terus didrop dari mana,” kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim saat dihubungi, Senin (13/9).(Cnn)

Editor: Muhammad Faiz

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.