Puluhan Tahun Bersama, Munir-Sumiati Akhirnya Dapat Buku Nikah

Walikota H Syahrul menyiram bunga padi prosesi pernikahan Munir-Sumiati di Nikah Massal. Foto Ist

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sebanyak 10 pasangan mengikuti nikah massal di Aula Asrama Haji Tanjungpinang, Kamis (28/11/2019). Agenda yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakatdihadiri dan disaksikan oleh Walikota Tanjungpinang H Syahrul dan Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang, Linda Wati menerangkan, dari 11 pasangan pendaftar, hanya 10 pasang yang lolos verifikasi dan menjadi peserta nikah massal.

“Pasangan tersebut berasal dari 1 pasang dari kelurahan Tanjung Ayun Sakti, 3 pasang dari kelurahan batu IX, masing-masing 1 pasang dari kelurahan Tanjung Unggat, Dompak, dan Sei Jang,” ungkap Linda.

Dia menyebutkan, pasangan tertua pada nikah massal ini berusia 64 tahun untuk mempelai pria dan 54 tahun untuk mempelai wanita. Sedangkan pasangan termuda berusia 30 tahun untuk mempelai pria dan 27 tahun mempelai wanita.

“Mempelai pria namanya Munir, usianya 64 tahun dan mempelai perempuan bernama Sumiati (54). Mereka berasal dari kelurahan batu IX. Sedangkan pasangan termuda dari kelurahan Tanjung Ayun Sakti,” jelasnya lagi.

Prosesi ijab kabul pasangan tertua Munir dan Sumiati, serta pasangan temuda Amiruddin dan Wahyuni Rahayu berkesempatan disaksikan oleh wali kota.

Saat prosesi ijab kabul di mulai, pasangan tertua Munir dan Sumiati sempat mengulang kalimat hijab karena tidak kuasa menahan tangis, setelah dibimbing wali kota, akhirnya kalimat ijab sukses dibacakan. Raut wajah haru pun tampak menyelimuti Munir dan istri.

Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul mengatakan penyelenggaraan nikah masal ini merupakan bentuk kepedulian Pemko Tanjungpinang terhadap kaum perempuan, karena dalam beberapa kasus, sering perempuan dirugikan pada aspek perjanjian pernikahan. Terlebih untuk pernikahan yang dilakukan di bawah tangan.

“Sebenarnya mereka sudah melakukan pernikahan yang sah, namun dimata hukum status mereka tidak memiliki kekuatan. Dengan diadakan pernikahan massal ini, maka mereka mempunyai kepastian hukum,” terangnya.

Lanjut Syahrul, Pemko Tanjungpinang membantu permasalahan yang dihadapi pasangan pengatin untuk mendapatkan pengakuan hukum dengan memberikan buku nikah secara gratis karena semua adiministrasi sudah ditanggung.

Ia berharap, dengan diberikan buku nikah ini, mereka memiliki kekuatan hukum dan dapat membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.

“Pernikahan sesuai hukum negara sangat penting karena dapat menyelamatkan generasi penerus,” ucap Syahrul.

Syahrul juga mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin, dengan harapan ke depan lebih tenang dalam mengurus rumah tangga.

“Saya ucapkan selamat karena sudah mendapatkan pengakuan secara hukum. Dan kepada pengadilan agama, KUA, camat, lurah, dan ketua RT/RW, saya ucapkan terima kasih karena telah berperan aktif sukseskan kegiatan ini,” tutupnya.(dri/r)

Editor : MUD

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.