Pemko Jalin Kerjasama Dengan Bank Indonesia
Dorong Kemajuan Ekonomi Tanjungpinang

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang resmi menjalin kerjasama (MoU) dengan Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (17/5). Komitmen itu tertuang dalam penandatanganan kesepahaman bersama dalam mendukung perekonomian Tanjungpinang kedepan, yang digelar di Aula Kantor Walikota Tanjungpinang, kemaren.
Pada kesempatan itu Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH mengatakan, bahwa Kota Tanjungpinang bukanlah kota aliansi perindustrian atau pertanian berskala besar, akan tetapi merupakan kota yang bergerak dalam sektor perdagangan sejak zaman dulunya. Namun, bukan berarti Kota Tanjungpinang tidak mampu mengendalikan sektor pertanian berskala kecil.
“Sektor pertanian berskala kecil ini juga akan dapat menggerakan sektor perekonomian. Sebagai pengukuran dalam perhitungan inflasi, pergerakan ekonomi Kota Tanjungpinang sejak tahun 2015 itu sudah cukup baik. Angka dari inflasi tersebut memang tidak begitu besar hanya sekitar 2,42 persen lebih rendah dari basis inflasi nasional sebesar 4 persen,” paparnya.
Lis menerangkan, Bank Indonesia, melalui program-program kemasyarakatanya bersama Pemko akan menyusun agenda serta bersinergi dengan pelaku-pelaku usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi Kota Tanjungpinang agar terus membaik dan meningkat tajam.
Untuk itu sambung Lis, ada beberapa program yang akan dicanangkan Bank Indonesia bersama Pemko. Salah satunya, tim inflasi daerah bersma Bank Indonesia telah melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Yogyakarta. Dari Kunker tersebut mendapatkan hasil bahwa rentang kendali itu sangat berpengaruh pada kebutuhan Kota Tanjungpinang.
Lis juga mengatakan, bersama dengan wakilnya H. Syahrul dan Sekertaris Daerah Kota (Sekdako) Drs. Riono selalu berdiskusi tentang perspektif pada masalah-masalah perekonomian yang ada, khususnya sebelum melakukan Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang di support oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMINDA).
“Kota Tanjungpinang sangat berpengaruh bagi Provinsi Kepri, pada saat dolar mengalami peningkatan maka peningkatan inflasi di Kota Tanjungpinang akan menjadi sangat terasa, dan juga bahan pokok di Kota Tanjungpinang masih tergolong tinggi yang disebabkan stok bahan-bahan pokok di Kota Tanjungpinang ini melalui banyak tahapan, hal ini juga selalu menjadi permasalahan bagi Kota Tanjungpinang,” beber Lis.
Lis mengakui pemerintah telah mengajak para stakeholder dan beberapa pelaku usaha bersama untuk berkoordinasi dalam rangka untuk mengetahui titik-titik dari mana saja barang-barang yang ada di Kota Tanjungpinang ini berasal, agar nantinya distributor yang ada di Kota Tanjungpinang dapat memasok barang langsung dari pemasok pertama.
Pemotongan rentang kendali ini, sambung Lis, dalam rangka untuk menekan harga kebutuhan bahan pokok yang cukup tinggi dan nantinya diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, jika kebutuhan mencukupi maka daya beli masyarakat juga akan semakin meningkat.
“Pemerintah juga meminta stakeholder terkait untuk menghimbau agar para pedagang tidak memblow up harga barang kebutuhan msayarakat yang hanya mencukupi untuk bertahan, yang nantinya memnyebabkan stok bahan pokok masyarakat ini menjadi cepat habis,” harap Lis.
Lis juga mengajak TNI, POLRI, serta Kejaksaan untuk bersama pemerintah dapat mencari solusi dalam menyelsesaikan permasalahan ini, serta bersama untuk mensejahterakan masyarakat.
Pada akhir sambutanya Lis mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sangat berjasa dalam mensuport dan sangat intens dalam mengendalikan inflasi.
Sebelumnya, Gusti Rasal Eka Putra selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri menjelaskan bahwa bulan April lalu, Gubernur Bank indonesia dengan Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri juga telah melakukan kesepakatan dalam rangka bersinergi untuk membangun ekonomi secara nasional dan derah. Inilah yang memicu untuk bersama membangun daerah.
“Bank Indonesia daerah ini juga nantinya bisa akan menjadi penasehat pemerintah mulai dari provinsi sampai pemerintah daerah bagai mana natinya dapat memberikan masukan masukan bagi pemerintah daerah untuk bersama dapat membangun daerah lebih baik lagi dan juga yang akan berujung pada kesejahteraan masyarakat,” terang Gusti.
Gusti juga mengatakan, bahwa pemerintah Kota Tanjungpinang sudah cukup baik yang kita lihat beberapa tahun terakhir ini inflasi kita lebih baik di banding Batam, dan juga kita dapat membaik lagi dengan dapat memanfaatkan potensi-potensi yang ada lebih lagi, dan kedepannya dapat saling bahu membahu dalam mendorng kemajuan daerah serta menjadikan masyarakat Tanjungpinang dapat lebih baik lagi.
Penanadatangan kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang Bersama Bank Indonesia perwakilan Wilayah Provinsi KEPRI ini juga di hadiri oleh Pejabat Eselon 2 Kota Tanjungpinang, jajaran SKPD dan FKPD, Stakeholder Perbankan, Pelaku Usaha di wilayah Kota Tanjungpinang, Mahasiswa dan perwakilan masyarakat Kota Tanungpinang.(r/***)
