Pj Wako Hasan Resmikan Street Food Kuliner Bintan Center

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Hasan meresmikan Street Food Kuliner Bintan Center di Jalan D.I Panjaitan, Kilometer 9, Sabtu (20/1/2024).
Dalam sambutannya, Hasan mengatakan, kawasan Street Food Kuliner Bintan Center ini dibuka setiap hari dari hasil kolaborasi dengan pedagang setempat dalam berjualan. Banyak alternatif masyarakat Tanjungpinang untuk bisa berkunjung di beberapa kawasan tersebut.
“Buka setiap hari, kita sudah sepakati dengan Sekda dan seluruh Kadis serta pemilik toko, mereka kolaborasi saja dalam berjualannya. Namun yang kita tekankan adalah kebersihan dan penataannya,”pesannya.
Hasan menekankan kepada pihak pengelola, untuk terus konsisten dan komitmen dalam menjaga kebersihan, penataan yang telah diberikan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Seperti misalnya lampu jika ada yang mati tolong di ganti jangan di biarkan. Kalau dibiarkan akan terbengkalai semuanya. Karena di sini ada beberapa yang memang penjualnya untuk membantu bayar operasional listrik, air dan lainnya,”ingatnya.
Hasan akan konsentrasi mengawasi kawasan tersebut serta menambah pembenahan lampu gerbang termasuk penataan Tugu Patung Naga. Karena, Street Food Kuliner Bintan Center harus menjadi salah satu ikon kuliner di Kota Gurindam.
“Itu kan menjadi ikon juga, kita bersihkan kita beri lampu jadi kawasan menyeluruh. Tugas PR saya itu penataan Pasar Bintan Center yang berjualannya sudah mengarah ke tepi jalan, maka kita akan panggil pihak pengelola untuk diskusi supaya kawasan Bintan Center lebih rapi lagi,”tutupnya.
Dilokasi yang sama, Kadis PUPR Kota Tanjungpinang, Rusli menjelaskan, Street Food Kuliner Bintan Center memiliki luas 9.073 M2, terdapat 36 unit gerobak jualan, 72 unit meja lipat, 288 unit kursi dan luas penataan pedestrian 440 meter, luas ruang terbuka hijau 681 m2 serta pembangunan drainase 100 m2.
Bangunan pendukung atau kantor pengelola plus toilet dan gudang 83 meter persegi, wastafel 12 unit, kemudian 12 unit tangkapan lemak, lampu penerangan jalan 12 unit dengan daya listrik 10.600 kVA.
Air bersih bersumber dari PDAM, tabungan air kapasitas 2000 liter 4 unit, instalasi air bersih 2 jaringan, kemudian instalasi elektrikal 2 jaringan, plang nama street food 1 unit bangunan tugu daun sirih 4 unit, dan tong sampah kapasitas 120 liter 24 unit.
“Kawasan ini juga menciptakan kawasan ruang terbuka hijau, ruang publik tempat masyarakat berinteraksi, bersosial dan berbudaya tentunya kemudian meningkatkan infrastruktur kawasan strategis perkotaan di Kota Tanjungpinang,” papar Rusli.
Dia melanjutkan, pembangunan kawasan kuliner ini merupakan kegiatan strategis Kota Tanjungpinang yang nilai kontraknya Rp3,155 miliar lebih, yang dikerjakan kurang lebih sekitar 4 bulan dengan masa pemeliharaan 6 bulan ditambah 14 hari, yang bersumber dari dana APBD Kota Tanjungpinang.
“Ini yang kita kembangkan bagian Timur Kota Tanjungpinang biar ada perimbangan perputaran ekonomi, sementara hari ini pertumbuhan ekonomi banyaknya di Barat seperti Akau Potong Lembu, Tugu Sirih, Anjung Cahaya, Melayu Square,”ungkapnya lagi.
Menariknya pada peresmian Street Food Kuliner Bintan Center ini juga dihadiri langsung 15 orang wisatawan mancanegara asal Malaysia yang sedang berkunjung di Tanjungpinang.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemko Tanjungpinang dengan TNI Polri, Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, BUMD untuk menjaga penataan Street Food Kuliner Bintan Center.
36 Pedagang UMKM Lokal Berjualan di Street Food Kuliner Bintan
Direktur BUMD Tanjungpinang Windrasto Dwi Guntoro mengatakan, dengan diresmikan Street Food Kuliner Bintan Center sebagai pengelola adalah pihak BUMD Tanjungpinang.
“Kita baru launching ini dengan ada 36 gerobak. Jadi yang jelas kebersihan kita jaga, kuliner kalau bisa bermacam ragam,” jelas Guntoro.
Ia melanjutkan, dikarenakan pelaku UMKM berjualan di kawasan Street Food Kuliner Bintan Center, pihaknya mengatur sedemikian rupa dengan mengikuti aturan sehingga bisa menjadi tempat seperti di Malioboro Jogyakarta.
“Terutama kita bersinergi dengan pemilik ruko biar sama sama mendapatkan hasilnya, dan dampak dari Street Food Kuliner ini supaya mereka juga bisa berkolaborasi untuk mendapatkan keuntungan,” ujarnya.
Untuk saat ini, Guntoro mengungkapkan baru 31 gerobak yang terisi namun ada beberapa masih kosong.
Untuk biaya sewa lapak, Guntoro menuturkan per hari Rp15 – 20 ribu plus pajak diperkirakan pedagang membayar sewa dalam satu bulan Rp555 ribu.
“Rp555 ribu ini untuk kebersihan, air, keamanan, biaya listrik supaya semuanya terjaga,” ucapnya.
Sementara terkait keuntungan yang didapatkan pada kawasan Street Food Kuliner Bintan Center sangat kecil dibandingkan pendapatan Akau Potong Lembu.
“Kalau pendapatan karena hanya 36 pedagang itu pasti keuntungan lebih kecil, berbeda sama Akau. Akau itu 85 pedagang, tapi di sini 36 pedagang paling untungnya sebulan Rp7 jutaan,” pungkasnya.***
Editor: yan
