KAMPUS

Proses Pemilihan Presma UMRAH Diwarnai Kompetisi Tak Sehat

Pemilik Akun Mawar Duri Terancam dipolisikan

Inilah bukti tuduhan fitnah yang menjadi viral di media sosial yang diperoleh Paslon nomor 1 SUDI. Foto istimewa.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Proses pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)yang akan digelar perdana pada tanggal 22 Mei Senin (22/05), untuk periode 2017-2018 diduga diwarnai dengan kompetisi tidak sehat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, SUDI (Suaib-Mulyadi), Samsidar. Ia menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh masing-masing Paslon yang ikut berkompetisi.

“Ini memalukan. Sebuah proses Demokrasi yang seharusnya menjadi komitmen semua pihak, untuk ditegakkan dengan baik, namun dalam perjalanannya, beberapa tim relawan Paslon tidak mengindahkan hal itu. Lihat saja, munculnya penyebaran berita Hoax, dan fitnah keji, yang ditujukan kepada Paslon nomor 1. Ini betul-betul fitnah keji.”katanya dalam siaran pers yang diterima Prokepri.com, Sabtu (20/5).

Fitnah keji itu nyatanya dilakukan oleh tim relawan Paslon nomor 2. Oleh karena itu Tim Paslon nomor 1, telah menyiapkan laporan dugaan pelanggaran Hukum, yang dilakukan oleh tim Paslon 2, ungkapnya

“Kami difitnah dengan keji, oleh salah satu mahasiswa Ilmu Kelautan. Dan dia bertanggung jawab secara hukum, karena telah menyebarkan berita bohong, dan fitnah melalui akun Facebooknya mawar Duri. “Ungkapnya.

Langkah yang telah disiapkan oleh tim Paslon 1, adalah akan melaporkan hal tersebut, kepada pimpinan Universitas, Panwasra, PPRU, hingga kepada pihak Kepolisian.

“Sejak awal kita sampaikan, proses pemilihan ini, merupakan sebuah pembelajaran bagi mahasiswa, oleh karena itu, cara-cara kampung, tidak dibawa kedalam proses demokrasi Kampus. Kampus kita ini adalah tempat lahirnya kaum intelektual. Maka setiap kita bertindak harus menunjukkan sikap itu.”ungkapnya.

Oleh karena itu, setelah laporan nantinya diserahkan kepada pimpinan Universitas, diharapkan mahasiswa yang bersangkutan dapat dijatuhi sanksi. Agar tidak adalagi kejadian yang muncul kedepannya.

“Semua barang-barang bukti, telah kami kantongi. Siapa pemilik akun Facebook Mawar Duri, dan Pelaku yang menyebaran Hoax dan fitnah keji ini, tunggu saja. Karena ini menyangkut pelanggaran UU nomor 11 tahun 2008, tentang informasi teknologi dan informasi. Kita akan mempolisikan, jika yang bersangkutan itu tidak menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di media sosial.”ucapnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh relawan Paslon nomer 3, yakni diduga melakukan pelanggaran UU ITE, dan UU HAKI.

“Relawan Paslon 3 itu, menjiblak note lagu Virgoun, dengan judul lagu surat cinta untuk starla. Tapi mereka ganti lirik, dan diduga menggunakan aplikasi Smule.”Ungkapnya.

Seharusnya hal itu tidak terjadi, sebab masing-masing Paslon itu menandatangi pernyataan komitmen patuh dan taat terhadap tegaknya demokrasi, dan UU.

“Lah, kalau relawannya menggunakan cara-cara kampung, apakah itu kaum intelektual ?,”Ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Paslon nomor 2 dan 3 yang diduga melakukan pelanggaran UU ITE, dan UU HAKI tersebut.

Editor : YAN

Tinggalkan Balasan

Back to top button