OPINI

Pulau Paku

Oleh: Suyono Saeran, Penulis Tanjungpinang

Pulau Paku. Foto dok Suyono Saeran

PROKEPRI.COM, OPINI – Pulau Paku di Kota Tanjungpinang adalah pulau kecil bersejarah yang terletak di antara Pulau Penyengat dan Tanjung Buntung (Tepi Laut).

Pulau ini menjadi saksi sejarah meledaknya kapal perang Belanda Malakka’s Welvaren yang merupakan kapal pendarat membawa pasukan pendarat sekitar 150 orang pada 6 Januari 1784 dalam Perang Riau I.

Pulau ini pernah dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya, salah satunya melalui acara Kenduri Pendekar. Kegiatan ini pernah dilakukan pada tahun 2024 lalu.

Pulau Paku tidak kelihatan saat air laut pasang. Baru akan terlihat saat air surut yang berupa hamparan pasir dan kerikil karang warna coklat. Karena letak pulau ini di jalur pelayaran kapal penumpang para nakhoda selalu berhati-hati ketika melewati perairan di daerah itu.

Ada beberapa mitos masyarakat yang berkembang tentang Pulau Paku. Pertama, tentang pohon yang tumbuh di tengah pulau yang melambangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Mitos kedua menyebutkan bahwa perantau yang sukses dan ingin meninggalkan Tanjungpinang sebaiknya melemparkan sedikit emas ke pulau ini sebagai bentuk rasa syukur kalau mau kesuksesannya bertahan dan tidak ingin kembali lagi ke Tanjungpinang.

Soal percaya atau tidak ya tergantung pribadi masing-masing. Saya doakan semoga semuanya sehat, sukses, bahagia dan penuh berkah. Amin.***

Check Also
Close
Back to top button