KEPRI

Puluhan Polisi Lingga Hadang Massa Buruh Unras Anarkis

Tampak massa buruh Unras anarkis menendang dan melempar botol ke personel Polres Lingga saat mau menerobos masuk ke kantor Bupati. F-i

PROKEPRI.COM, LINGGA – Puluhan personel Kepolisian Resor (Polres) Lingga berhasil menghadang massa buruh Unjuk Rasa (Unras) yang berlangsung anarkis, berupaya menerobos pagar kantor bupati Lingga.

Situasi sempat memanas hingga terjadi pelemparan batu ke arah petugas, lantaran massa tak dapat bertemu dengan bupati. Namun, lagi-lagi personel polisi mampu menahan dan mereka akhirnya dipukul mundur.

Unras itu merupakan simulasi atau skenario latihan guna mengantisipasi potensi kerawanan saat pelaksanaan aksi unjuk rasa buruh yang dilaksanakan Polres Lingga di Lapangan Tri Brata Mapolres Lingga, Sabtu (26/04/2025) kemaren.

Simulasi dipimpin Kabag Ops Polres Lingga, AKP Marsahid, dan melibatkan seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Pejabat Utama (PJU), para perwira, hingga personel Polsek di lingkungan Polres Lingga.

Kabag Ops Polres Lingga AKP Marsahid menerangkan, simulasi digelar dalam rangka kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Buruh (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2025.

Dalam skenario bernama Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), massa buruh digambarkan berkumpul di sekitar kantor Bupati Lingga untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan tenaga kerja.

“Simulasi ini adalah bentuk antisipasi dan kesiapan kami dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan Kamtibmas saat peringatan Hari Buruh. Kami ingin memastikan bahwa setiap tindakan dilakukan secara terukur, profesional, dan tetap menjunjung tinggi prinsip humanis,”kata Marsahid dalam keterangannya yang diambil Minggu (27/4/2025).

Simulasi menampilkan respons berlapis dari satuan Dalmas Polres Lingga, mulai dari upaya negosiasi awal, pengerahan Dalmas Awal dan Lanjut, hingga penggunaan gas air mata dan penangkapan terhadap oknum provokator.

Seluruh tahapan dilakukan dengan prosedur tetap dan pendekatan persuasif. Selain itu, latihan ini juga menunjukkan efektivitas komunikasi internal, di mana informasi dari Unit Intelkam di lapangan diteruskan secara cepat ke Kasat Intelkam dan kemudian kepada Kabag Ops untuk pengambilan keputusan strategis.

Semua unit terlibat secara aktif dan terkoordinasi melalui perangkat komunikasi radio (HT), menggambarkan kesiapan operasional secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga dengan kesiapan strategi, mental, serta sinergi antarfungsi. Tugas kami adalah memastikan ruang demokrasi tetap aman dan tertib,”tegas Marsahid.(is)

Editor: yn

Back to top button