KAMPUS

Kolaborasi Erat Dosen dan Mahasiswa UNEJ Majukan PAUD

Tampak dosen dan mahasiswa UNEJ bersama IGTKI. Foto unej

PROKEPRI.COM, JEMBER – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PGPAUD) Universitas Jember (UNEJ) berkolaborasi erat memajukan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Arjasa, Jember, mereka menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Modul Ajar PAUD Berbasis Deep Learning di TK Ar-Rahim Arjasa baru-baru ini.

Inisiatif itu merupakan wujud nyata kepedulian UNEJ untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat PAUD dan membekali para pendidik dengan kompetensi yang relevan.

Kepedulian tim UNEJ ini berakar dari pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi para pendidik PAUD.

Analisis kebutuhan yang dilakukan tim menunjukkan bahwa banyak guru di Jember masih kesulitan memahami konsep deep learning dan cara menyusun modul ajar yang efektif. Kondisi ini sering kali berdampak pada pembelajaran yang kurang optimal dan kurang bermakna.

Oleh karena itu, tim UNEJ merasa terpanggil untuk memberikan solusi konkret yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, yaitu melalui pelatihan yang komprehensif.

Pelatihan ini dipimpin oleh Nur Fatwikiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog, bersama anggota tim Dyah Mustika Kusuma Winahyu, S.Pd., M.Pd., dan Luthfah Naily Faradisa, S.Psi., M.Psi.

Dilansir dari UNEJ, Selasa (16/9/2025, keterlibatan empat mahasiswa PGPAUD UNEJ dalam proyek ini menunjukkan bahwa pendidikan di UNEJ tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik. Para mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu mereka, sementara para pendidik mendapatkan bimbingan langsung dari akademisi dan praktisi.

Pelatihan dirancang dengan sangat terstruktur, dimulai dari sesi pemaparan materi inti tentang deep learning di satuan PAUD. Tim UNEJ menjelaskan bagaimana prinsip ini dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar agar lebih efektif dan personal bagi setiap anak.

Selain itu, pendidik juga diajarkan pentingnya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang matang, memastikan setiap kegiatan terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Bagian inti dari pelatihan adalah workshop pengembangan modul ajar, di mana para peserta sebanyak 22 guru secara langsung praktik menyusun modul ajar mereka sendiri. Para pendidik dibimbing langkah demi langkah oleh tim UNEJ untuk menciptakan modul ajar yang inovatif dan relevan. Ini merupakan kesempatan emas bagi para guru untuk mengaplikasikan ilmu yang baru mereka dapatkan, mengubah teori menjadi produk nyata yang siap digunakan di kelas.

Setelah modul ajar berhasil disusun, sesi simulasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan untuk memberikan gambaran nyata tentang bagaimana modul tersebut akan diterapkan di kelas. Para peserta secara bergantian mempraktikkan proses mengajar, sementara tim UNEJ dan rekan-rekan peserta lainnya memberikan umpan balik konstruktif. Sesi ini sangat efektif untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan meningkatkan kepercayaan diri para pendidik.(wan)

Editor: yn

Back to top button