Keluar dari Pulau Bawah Anambas, Nelayan Kijang Temukan Kapal Terbalik Dekat Karang

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Rizal, seorang nelayan asal Kijang, Kabupaten Bintan mengaku menemukan sebuah kapal dalam kondisi terbalik saat hendak keluar dari kawasan Perairan Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas pada Rabu (16/9/2026) sekira pukul 07.00 Wib pagi.
Ia bersama dua rekannya menemukan kapal tersebut sekitar setengah jam setelah mereka meninggalkan Pulau Bawah.
Saat itu, mereka melihat sebuah kapal mengapung di laut dan kemudian mendekatinya untuk memastikan kondisi kapal.
“Kami mau keluar dari Pulau Bawah. Nggak lama, sekitar setengah jam, kami jumpa kapal itu mengapung. Jadi kami coba dekatin,” ujar Rijal saat di hubungi media ini via handphone, Rabu(16/9/2026) sore.
Menurut dia, kondisi gelombang saat itu cukup tenang. Namun, posisi kapal yang ditemukan berada tidak jauh dari kawasan karang sehingga ia bersama dua rekannya berupaya menarik kapal tersebut sedikit menjauh dari karang.
“Kami usahakan tarik agak ke laut sedikit supaya agak jauh dari karang. Karena kami juga menjaga kapal kami,” katanya.
Rijal memperkirakan kapal tersebut merupakan jenis kapal mayang yang cukup besar. Dari bentuk fisiknya, kapal tersebut terbuat dari kayu yang kemudian dilapisi fiber.
“Kalau untuk kapal, sepertinya yang sering saya lihat itu kayak kapal mayang,”ujarnya menduga-duga.
Namun, Rijal mengaku tidak mengetahui isi maupun kondisi bagian dalam kapal. Saat ditemukan, kapal tersebut sudah dalam posisi terbalik sehingga bagian bawah kapal berada di atas.
“Kapal itu kan terbalik, jadi nggak bisa kami lihat apa saja yang ada di dalam. Kondisinya telungkup,” katanya lagi.
Setelah berupaya menarik kapal menjauh dari karang, Rijal bersama dua rekannya kemudian mencoba menghubungi nelayan lain melalui radio untuk meminta bantuan. Mereka berharap ada kapal lain yang dapat datang dan membantu menarik kapal tersebut.
“Kami tergantung sama kapal itu sambil mencari interaksi kawan-kawan dari luar radio. Kalau ada kawan-kawan yang bisa kasih tahu, nanti bagaimana lagi kita tonda. Kalau ramai-ramai mungkin kapal itu bisa ditonda,” jelasnya.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tidak ada respons dari nelayan lain karena posisi kapal-kapal yang menjadi kontak mereka berada cukup jauh.
“Cuma tak ada respons. Kawan-kawan pada jauh semua, nggak tembus. Jadi cuma kami sendiri, nggak mampu menonda. Jadi kami tinggalkan,” ujar Rijal.
Sebelum meninggalkan lokasi, Rijal sempat memastikan arah pergerakan kapal tersebut. Berdasarkan kompas yang mereka gunakan, kapal bergerak ke arah sekitar 300 derajat atau barat laut.
“Kalau kompasnya waktu kami tinggal sekitar 300 lebih. Arah barat laut,” katanya.
Dengan arah tersebut, Rijal memperkirakan kapal yang mereka tinggalkan itu bergerak menuju laut lepas.
Rijal mengatakan, saat menemukan kapal tersebut, mereka hanya bertiga berada di dalam kapal nelayan yang mereka gunakan untuk melaut.
“Kami bertiga,”ungkapnya.
Rijal diketahui merupakan nelayan asal Kijang, Kabupaten Bintan, yang saat itu sedang berada di perairan sekitar Pulau Bawah.(as)
