KEPRITANJUNGPINANG

Syahrul : Kondisi Pasien Positif Covid-19 di RS Baik dan Stabil

Walikota H Syahrul.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang H Syahrul menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan terbaru situasi Covid-19. Menurutnya, kondisi pasien dalam pengawasan yang dinyatakan positif saat ini di Rumah Sakit (RS) baik dan stabil. Sedangkan kondisi Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menjalani pembatasan kontak juga, untuk sementara ini, dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak ada gejala demam, batuk maupun sesak nafas.

“PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang meninggal sebanyak 2 orang, seorang diantaranya telah dikonfirmasi bukan kasus Covid-19. Sedangkan jumlah rapi test antibodi yang telah dilakukan sebanyak 277 sampel, 8 diantaranya reaktif. Dari 8 sampel yang reaktif, 3 sampel berasal dari pasien dalam pengawasan sedangkan 5 sampel berasal dari orang tanpa gejala,” ungkap Syahrul dalam siaran pers resmi yang diterima prokepri, Kamis (9/2/2020).

Situasi kasus positif covid-19 sampai dengan Rabu kemarin (8/4), sambung Syahrul, adalah 4 kasus. Satu diantaranya telah sembuh dan 3 masih dalam perawatan. ODP sebanyak 154 orang, selesai pemantauan 98 orang dan dalam proses pemantauan 56 orang. Sedangkan PDP sebanyak 35 orang, 17 selesai pemantauan dan 18 dalam pemantauan.

“Pada pukul 23.00 tadi malam, kita mendapatkan informasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan swab melalui metode Real Time PCR dikonfirmasikan 6 kasus positif, yang terdiri dari 2 sampel yang berasal dari pasien dalam pengawasan di RSUD Raja Ahmad Tabib dan 4 sampel yang berasal dari Orang Tanpa Gejala yang saat ini menjalani pembatasan kontak di Rumah Singgah RSUD Raja Ahmad Tabib,” terangnya.

Untuk itu, Syahrul kembali meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang tetapi tetap waspada dan mematuhi kebijakan dan himbauan pemerintah. Diantaranya menghindari kerumunan, lebih banyak berada di rumah, selalu memakai masker ketika keluar rumah, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, beraktifitas fisik yang cukup, menerapkan cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan dan etika batuk serta senantisa melaksanakan physical distancing dan social distancing.

“Terhadap pasien dalam pengawasan yang positif akan dilanjutkan proses pengobatannya sampai dinyatakan sembuh. Sedangkan terhadap OTG yang positif akan dilanjutkan pembatasan kontaknya sampai diperoleh hasil pemeriksaan swab negatif berdasarkan metode Real Time PCR,” kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, sebagai tindak lanjut atas adanya tambahan kasus positif Covid-19 ini, maka akan lebih diintensifkan kembali penelusuran terhadap seluruh kontak primer dan sekunder guna memastikan tidak adanya penularan lebih lanjut kepada yang lain.(yan)

Back to top button