KEPRI

Lis Pilih Chiang Mai, Syahrul Lebih Baik Malaka

Debat Putaran Pertama Berlangsung Seru

Tampak Paslon nomor urut satu Syahrul-Rahma (kiri) dan Paslon dua Lis Darmansyah-Maya Suryanti (kanan) memaparkan visi dan misi mereka bergantian dalam debat putaran pertama di Hotel CK, Minggu (22/4/2018). Foto YANDRI/prokepri.,com.

PROKEPRI. COM, TANJUNGPINANG – Chiang Mai, kota terbesar ke-2 di Thailand menjadi trending topik di media sosial dan sejumlah warung kopi di Kota Tanjungpinang. Kota yang memiliki jumlah penduduk 131.091 jiwa ini, merupakan daerah pilihan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Lis Darmansyah-Maya Suryanti (LIMA) saat menjawab pertanyaan Chacha Annisa (31), moderator dalam debat putaran pertama Pilwako Tanjungpinang yang diselenggarakan di Hotel CK, Minggu (22/4/2018) malam.

Pertanyaan yang dilontarkan presenter tvOne itu adalah untuk memaksimalkan visi dan misi terutama pelayanan publik perlu dilakukan, salah satunya dengan kerjasama bersama dengan kota-kota diluar negeri. Kota manakah, sambung Chacha yang akan Paslon pilih dan mengapa memilih kota tersebut?.

Pertanyaan ini diberikan kepada Paslon nomor urut dua LIMA untuk dijawab. Tanpa terbata-bata, Lis Darmansyah menjawab, kota yang dia pilih adalah Chiang Mai. Karena, menurutnya, kota tersebut berorientasi pariwisata dan hal inilah memberikan nilai positif serta dapat menjadi contoh pengembangan kawasan di Sei Carang.

Usai Lis menjawab pertanyaan tersebut, Chacha melemparkan jawaban itu kepada Paslon nomor urut satu, Syahrul-Rahma (SABAR) untuk ditanggapi. Dengan sigap dan pasti, Syahrul memberikan pandangan dengan mengatakan tidak setuju jawaban yang dimaksud.

“Yang disampaikan tidak setuju, karena kita adalah kultur Melayu. Lebih tepat studi banding atau kerjasama di Malaysia atau di Malaka. Pengelolaan wisatanya luar biasa disana. Kotanya tertata indah, karena kita satu rumpun, jadi lebih baik kesana. Sebagai kota gurindam lebih cocok ke Kota Malaka sana,” jelas mantan Ketua PGRI Kota Tanjungpinang ini sembari mendapatkan tepukan gemuruh dari ratusan pendukungnya.

Segmen itulah yang membuat berkesan Zagi, seorang warga Kota Gurindam saat ditemui disalah satu warung kopi. Menurutnya, apa yang disampaikan Syahrul sangatlah bijak dan logis. Mengingat, Malaka merupakan daerah maju dan satu rumpun dengan Kota Pantun ini.

“Saye datang malam tadi menonton dihalaman hotel CK. Pendapat saye jawaban pak Syahrul bagus. Debatnya berjalan keren, jempol buat KPU,” ucap Zagi yang mengaku sebagai warga biasa bukan pendukung Paslon satu maupun dua, Senin (23/4/2018).

Senada dengan itu, Hendra, warga Jalan RH Fisabilillah juga menyatakan pendapat yang sama. Kata dia, visi dan misi SABAR sangat realistis dibandingkan LIMA.

“Kami lebih tertarik visi dan misi pasangan SABAR. Terlihat lebih realistis dan sangat dibutuhkan warga. Beda dengan Paslon Lis-Maya, lebih terlihat kurang menarik,” sambung Hendra yang juga mengaku bukan pendukung SABAR atau LIMA.

Seperti diketahui, debat putaran pertama calon walikota dan wakil berlangsung seru di Hotel CK tadi malam.

Pantauan dilapangan, debat berlangsung dalam emam segmen. Segmen pertama, semua Paslon mendapatkan kesempatan memaparkan visi dan misi mereka dihadapan panelis, masyarakat serta pendukung. Tema debat yang diangkat yakni pendidikan, pelayanan publik pemerintahan dan kebudayaan.

Panitia kegiatan yakni KPU juga menghadirkan sejumlah panelis seperti Prof dr Lajarus, Prof dr Samsyir Akhlus, dr H Abdul Malik, Prof dr Firduas dan dr Suhardi Muklis.

Masing-masing Paslon mendapatkan waktu dua menit memaparkan visi dan misi serta segmen lainnya.

Membuka debat, Paslon nomor urut satu Syahrul-Rahma (SABAR) mendapat kesempatan menyampaikan visi dan misi mereka yang disampaikan Syahrul.

Syahrul mengawalinya dengan megucapkan salam dan diiringi pantun. Visi SABAR, kata Syahrul menjadikan Kota Tanjungpinang menjadi kota maju, berbudaya, sejahtera dalam bingkai harmoni Binneka Tunggal Ika.

Lantaran waktu habis, Chacha menghentikan Syahrul agar tidak melanjutkan pemaparan misinya.

Kemudian, Lis-Maya (LIMA) juga dapat kesempatan yang sama.

Lis menyampaikan visi LIMA yakni mewujudkan Tanjungpinang yang lebih baik lagi, sebagai jantung Melayu, sejahtera, mandiri, berkarakter, berdaya saing dan agamis.

“Misi mewujudkan SDM handal berkualitas berwawasan, ekonomi, budaya dan agamis. Pelayanan publik, berdaya saing, jujur bertutur dan bijak bertindak untuk Tanjungpinang cemerlang kedepannya,” ungkap Lis.

Usai mereka membacakan visi dan misi, moderator cantik Chacha melanjutkan debat ke segmen kedua dengan meminta kedua paslon mengambil amplop pertanyaaan yang telah disediakan sebelumnya.

Penulis/editor : YAN

Back to top button