Ahmad Lutfi dan Rahmat Mirzani Terkagum-kagum Sama Penyengat

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Lutfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terkagum-kagum melihat keindahan, kekayaan budaya dan nilai religius serta sejarah bangsa Melayu saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
“Di Pulau Penyengat ini banyak nilai-nilai religius yang harus dijaga dan bisa menjadi contoh bagi daerah Jawa Tengah,”ucap Lutfi.
Dia menambahkan, bahwa Pulau Penyengat membuktikan bahwa rumpun Melayu adalah basis Bahasa Indonesia.
“Kami baru tahu bahwa pusat peradaban Melayu itu ada di sini. Gurindam 12 yang kami baca dari pasal pertama hingga ke-12, sarat dengan nilai-nilai moral dan kebangsaan,”tutur Lutfi terkesima.
Pemprov Jateng, tegasnya, akan menjalin kerja sama yang lebih komprehensif dengan Kepri dalam bidang investasi, perindustrian, koperasi dan UMKM, sosial, ketahanan pangan, lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
“Studi bersama ini akan dimanfaatkan untuk mengeksplorasi potensi wilayah Jawa Tengah dan memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk dengan Kepri, Lampung dan Maluku Utara, terutama dalam upaya pengendalian inflasi melalui konsep circle competing,”janji Lutfi.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga mengungkapkan hal sama. Mirzani kagum kontribusi budaya Pulau Penyengat dalam pembangunan nasional.
“Pulau Penyengat ini mengajarkan bahwa suatu daerah tidak perlu kaya secara materi, namun dengan peradaban, ia mampu memberi kontribusi besar bagi Indonesia,”katanya.
Rahmat Mirzani juga menyoroti kemajuan literasi masyarakat Pulau Penyengat yang menurutnya sangat luar biasa dan patut dijadikan contoh.
“Kami berharap agar semangat pelestarian budaya dan literasi yang telah diwariskan di Pulau Penyengat dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi muda. Menurut saya, keberlanjutan nilai-nilai sejarah dan budaya merupakan fondasi penting dalam membangun karakter bangsa yang berakar pada jati diri dan kearifan lokal,” harapnya.
Kunjungan kedua kepala daerah provinsi ke Pulau Penyengat ini didampingi langsung Gubernur Ansar Ahmad.
Ansar membawa mereka berkeliling Pulau Penyengat, melihat dan menyaksikan langsung bukti sejarah warisan budaya Melayu yang identik bernuasa islami.(jp)
Editor: yn
