KEPRI

Kadispar Kepri Hasan Luruskan Polemik Rp17 Triliun Dari Pariwisata Tak Masuk PAD

Kadispar Provinsi Kepri Hasan memaparkan target pariwisata tahun 2025 serta meluruskan polemik pemberitaan dalam diskusi Ngopi Sore bertema ‘Bincang Pariwisata Daerah Provinsi Kepri’ yang digelar Aliansi Gerakan Bersama (Geber) di Ruang Astacona, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Tanjungpinang, Minggu (27/7/2025). Foto prokepri/jp

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hasan meluruskan polemik pemberitaan berjudul Rp17 triliun dari pariwisata tak masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Menurutnya, angka Rp17 triliun tersebut bukan PAD, melainkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari aktifitas sektor pariwisata di Kepri

“Ini sering di salah pahami,”ujar Hasan dalam diskusi Ngopi Sore bertema ‘Bincang Pariwisata Daerah Provinsi Kepri’ yang digelar Aliansi Gerakan Bersama (Geber) di Ruang Astacona, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Tanjungpinang, Minggu (27/7/2025).

Dia menerangkan, Rp17 triliun merupakan total perputaran uang dari aktifitas wisatawan asing maupun lokal yang melakukan pengeluaran belanja di berbagai sektor pendukung seperti penginapan (perhotelan), transportasi, hiburan, biaya jasa dan transaksi lainnya selama berada di Kepri.

“PDRB dari aktifitas ekonomi wisatawan yang masuk ke PAD Batam, Tanjungpinang, Bintan dan daerah lainnya,”ungkap mantan Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang ini.

Selain itu, Hasan mengaku optimis bakal memenuhi target kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di tahun 2025 ini sebanyak 1,7 juta pengunjung serta 2,2 juta untuk Wisatawan Nusantara (Wisnus).

“Jika target ini dapat dipenuhi, dapat dikalkulasikan akan menyumbang PDRB Rp17 triliun serta mendongkrak PAD di kabupaten/kota di Kepri,”jelasnya.

Hasan merincikan, setiap Wisman dan Wisnus yang berkunjung ke Kepri umumnya akan membelanjakan US$296 per orang dengan rata-rata lama menginap selama per 1 hari. Sedangkan Wisnus dihitung Rp2,2 juta per orang dengan waktu menginap sama.

“Khusus bulan Mei 2025 saja, kunjungan Wisman tercatat 176.366. Jadi, sejak Januari hingga bulan Mei, jumlah kunjungan Wisman ke Kepri sudah mencapai 711.638 kunjungan,”ungkap Hasan.

Begitupun dengan jumlah kunjungan Wisnus juga mengalami peningkatan dibanding tahun di periode sebelumnya.

“Selama periode Januari–Mei 2025, jumlah perjalanan wisnus ke Kepri sudah mencapai 1.717.790 perjalanan, naik 17,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.460.430 perjalanan,”bebernya lagi.

Untuk itu, Hasan mengaku optimis target kunjungan wisatawan tahun 2025 dapat tercapai sehingga pendapatan dari sektor pariwisata sebesar Rp17 triliun dapat terpenuhi.(jp)

Editor: yn

Back to top button