OPINI

Menunggu Gebrakan Tanjungpinang Berbenah

Oleh: Suyono Saeran, Penulis Buku Kepri Terang: Menyalakan Pulau

PROKERI.COM, OPINI – Menata Kota Tanjungpinang sebagai kota berbudaya, pusat ekonomi dan pendidikan serta tujuan wisata bukan perkara mudah.

Tanjungpinang mengandung dua entitas penting, pertama, sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan yang kedua sebagai kota otonom yang di dalamnya seluruh agenda politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya terus berlangsung yang saat ini dibawah kendali Walikota Lis Darmansyah dan Wakil Walikota Raja Ariza.

Menata Tanjungpinang ke depan tentu tidak bisa terlepas dari dua entitas yang melekat di kota pusat budaya Melayu ini.

Berbagai kebijakan dan program kerja memang akan dicanangkan oleh Walikota selama perjalanan lima tahun ke depan.

Sebagian besar program diharapkan akan berjalan dengan baik serta sukses namun tak bisa dipungkiri sebagian memang akhirnya perlu dilakukan evaluasi karena ditataran implementasi biasanya kurang sempurna karena persoalan kendala teknis dan regulasi.

Dari berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan tentu dalam rangka menata Tanjungpinang demi mencapai sebuah tata kota yang diidam-idamkan masyarakatnya. Program-program tersebut tentu tidak jauh dari tagline pasangan Lis Darmansyah – Raja Ariza yang ingin kota ini tampil dengan wajah baru yakni “Tanjungpinang Berbenah”.

Perlu disadari, kedudukan Walikota itu jabatan politis sekaligus eksekutif. Politis karena dipilih lewat proses politik, eksekutif karena yang bersangkutan menjalankan putusan-putusan eksekutif dan tidak hanya berwacana politis.

Sebagai pernyataan eksekutif, rencana realisasi program kerja harus disertai target, strategi obyektif, serta inisiatif-inisiatifnya yang terukur dan rinci terjabar. Jabatan birokratis yang diemban dengan semangat “pelayanan untuk publik” menjadi adrenalin merealisasikan pernyataan Walikota Tanjungpinang sebagai pejabat eksekutif.

Berbagai program yang sudah dilaksanakan oleh Pemko Tanjungpinang di periode kepemimpinan sebelumnya kalau dinilai berhasil perlu diapresiasi dan dilanjutkan. Program yang tidak berhasil dan tidak tepat sasaran tentu harus dikaji ulang sebagai bahan pertimbangan untuk melaksanakan program di kepemimpinan selanjutnya.

Bidang pembangunan infrastruktur misalnya, mulai dari kegiatan pembangunan berskala kecil sampai besar sudah direalisasikan sesuai ketentuan yang tertuang dalam Perda APBD. Target realisasi pembangunan infrastruktur ini tentu saja dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan sektor lainnya.

Kemudian di bidang pendidikan dan kesehatan. Selama tahun 2024 rapor keberhasilan dunia pendidikan Tanjungpinang juga tergambar jelas. Hal ini terbukti dengan terus menurunnya angka buta aksara serta anak putus sekolah.

Di sisi lain angka kelulusan tingkat SLTA dan sarjana strata satu mengalami peningkatan yang cukup drastis. Begitu juga bidang kesehatan yang ditunjukkan dengan prosentase kematian anak dan ibu hamil yang terus menurun selama tahun 2024. Berbagai penyakit endemik seperti malaria, demam berdarah dan lainnya juga terus mengalami penurunan selama tahun 2024.

Di bidang pelayanan masyarakat juga mengalami perkembangan yang menggembirakan. Apa lagi sejak diterapkannya pelayanan administrasi terpadu melalui sistem pelayanan satu pintu berupa mall pelayanan publik (MPP) diharapkan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dalam menuju Tanjungpinang Berbenah.

Untuk bidang keamanan dan stabilitas, Tanjungpinang dikenal sebagai kota yang aman dan tentram. Kondisi ini perlu dijaga terus demi terciptanya iklim usaha dan investasi yang mampu membawa kota ini menuju kota metropolitan tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Bidang-bidang lainnya juga menunjukkan gejala peningkatan secara kualitas. Meski begitu, DPRD Tanjungpinang selaku mitra sekaligus penyeimbang dalam sistem pemerintahan selalu melakukan advise dan pengawasan demi tercapainya program pembangunan yang sesuai keinginan masyarakat.

Optimalisasi peran DPRD Tanjungpinang selama tahun 2024 juga sudah berjalan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Ketidaksempurnaan dalam menjalan tupoksi tentu akan menjadi bahan evaluasi dan instropeksi dalam mengemban tugas di tahun-tahun mendatang.

Kini, dengan kepemimpinan yang baru bagi masyarakat Tanjungpinang akan jadi peraduan membangun mimpi, menjulang asa dan mengasah harapan yang visioner demi menyongsong masa depan Tanjungpinang dengan masyarakatnya yang lebih baik dan sejahtera. Pergantian kepemimpinan tentu menyisakan kenangan dan optimisme untuk perubahan-perubahan dan harapan baru.

Sehingga mimpi tetap akan bisa terealisasi di tengah efisiensi. Harapan terwujud walau banyak rasionalisasi. Tentu masyarakat akan banyak berharap “Tanjungpinang Berbenah” bukan sekedar euforia apa lagi sekedar latah. Sebagai pemimpin yang berpengalaman kita menaruh harapan besar pada Lis Darmansyah untuk membawa Tanjungpinang terus maju dan berkembang sesuai ekspektasi masyarakatnya. Semoga.***

Back to top button