KEPRI

Dikabarkan Hilang, Dua Bocah SD Ini Ditemukan di Rumah Temannya

Muhammad Fiki (10) dan Rombeli Eko Saputra (9), dua bocah kelas 2 SDN 013 di jalan Dompak Lama, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang yang dikabarkan dua hari tidak pulang ke rumahnya usai sekolah, akhirnya ditemukan, Kamis (23/3). Foto Prokepri.com/AL.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Muhammad Fiki (10) dan Rombeli Eko Saputra (9), dua bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 di jalan Dompak Lama, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, dikabarkan dua hari tidak pulang ke rumahnya usai sekolah, Rabu (22/3).

Dari penelusuran pihak kepolisian, dibantu sejumlah warga dan orang tua kedua bocah laki-laki ini akhirnya ditemukan, tinggal di rumah orang tua salah seorang teman sebayanya di kawasan Perumahan Dompak, Kamis (23/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kedua anak ini merupakan teman satu kelas di SDN 013 Dompak. M Fiki, tinggal di Kampung Sei Sudi RT 02 RW 03, Kelurahan Dompak Kecamatan Bukit Betari Tanjungpinang. Sedangkan Rombeli, tinggal di Kampung Sei Jari RT 3 RW 2 Kelurahan Dompak Kecamatan Bukit Bestari.

Dua bocah SD ini juga dikabarkan takut pulang ke rumah mereka, setelah mengambil uang milik salah seorang majelis guru di sekolah tempat mereka belajar sebesar Rp450.000. Namun, pihak guru bersangkutan, ternyata tidak mempersoalkan atas hilangnya uang yang tersebut.

Hilangnya kedua bocah ini sempat menjadi perhatian sejumlah warga Tanjungpinang, setelah mendapat informasi melalui sejumlah media sosial. Hal ini disebabkan adanya sejumlah isu yang tersebar tentang penculikan anak termasuk aksi kejahatan terhadap anak lainnya.

Informasi kejadian tersebut terlebih membuat panik kedua orang tua bocah ini dibantu sejumlah keluarga dan tetanggannya untuk melakukan pencarian melalui penelusuran sejumlah tempat keramaian, pusat perbelanjaan, termasuk Warnet dan tempat-tempat lainya.

Hal tersebut juga tidak luput dari pencarian yang intensif dari sejumlah anggota Satuan Buser Satreskrim Polres Tanjungpinang, agar dapat menemukan kedua bocah tersebut.

“Saya khawatir anak saya diculik seperti yang banyak diberitakan di media online maupun cetak belakangan ini, terkait dengan kasus penculikan anak yang dibunuh dan diambil organ tubuhnya,” ucap salah seorang orang tua korban.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan juga membebarkan atas kejadian tentang dua bocah SD tersebut, dengan mendatangi sekolah dan majelis guru kedua bocah ini untuk mendapatkan informasi, termasuk sejumlah tempat lainnya di Tanjungpinang.

Informasi di lapangan, dari hasil penelusuran tersebut, awalnya ditemukan Muhammad Fiki oleh salah seorang kerabat orang tua bocah ini disalah satu kawasan tempat kolam renang di BT 9 Tanjungpinang bersama teman-temannya.

Dari keterangan Fiki, menyebutkan bahwa ia dan temannya Rombeli Eko Saputra, sempat tinggal dan menginap di rumah orang tua salah seorang temannya yang lain di kawasan Perumahan Dompak Tanjungpinang.

Informasi tersebut, langsung ditindak lanjuti sejumlah anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang dibantu warga dan orang tua bocah ini dengan mendatangi tempat perumahan dimaksud.

Ternyata benar, Rombeli Eko Saputra kemudian ditemukan tengah asik bermain dengan temannya yang lain, tidak jauh dari kawasan perumahan di Dompak, tempat dua bocah ini sempat menginap.

“Awalnya dua anak ini (Farid dan Rombeli) datang kerumah saya, Rabu (22/3) sekitar pukul 14.30 WIB, dengan alasan rumah mereka terkunci, dan orang tuanya pergi ke Tanjung Uban, Bintan,” ungkap Farid (47), orang tua teman dari dua bocah tersebut.

Merasa tidak curiga dan kasihan, lanjut Farid, sehingga ia membiarkan kedua bocah tersebut bermain dengan anaknya, hingga menumpang tidur di rumahnya pada malam hari.

Usai ditemukannya kedua bocah tersebut, dengan dimpingi kedua orang tua mereka masing-masing, termasuk Farid, pemilik rumah tempat anak ini menumpang tidur semalaman, dibawa ke Mapolres Tanjungpinang.

Setelah dibujuk oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpiang AKP Andri Kurniawan, dengan bahasa yang lembut, kedua bocah ini mengakui, bahwa ia takut pulang lantaran sudah mengambil uang di dalam laci ruangan majelis guru.

Menurut pengakuan kedua bocah ini, mereka hanya mengambil uang tersebut sebesar Rp300 ribu dengan pecahan Rp50 ribu, kemudian dibagi masing-masing tiga lembar.

“Uang itu sudah habis kami beli nasi untuk makan dan juga minuman, karena lapar dan haus,” ucap dua bocah ini

Reporter : AL
Editor : YAN

Tinggalkan Balasan

Back to top button