KAMPUS

Rencana STAIN Kepri Jadi IAIN Dapat Dukungan Dari Pemangku Daerah

Tampak Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz dan Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepri, Nazaruddin di FGD ‘Perubahan Bentuk Status STAIN Kepri’ di CK Convention Center Hotel, Tanjungpinang, pada Sabtu (27/12) lalu. Foto dok

PROKEPRI.COM, BINTAN – Rencana perubahan bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepri menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) mendapatkan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan daerah.

Dukungan itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas ‘Perubahan Bentuk Status STAIN Kepri’ yang digelar di CK Convention Center Hotel, Tanjungpinang, pada Sabtu (27/12) lalu.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Raja Al Hafiz, menegaskan bahwa kehadiran IAIN di Kepulauan Riau diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kemelayuan yang bernafaskan Islam.

“IAIN tidak hanya berperan sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai pusat peradaban Melayu Islam yang mengakar pada nilai budaya dan memberikan kontribusi bagi bangsa,”katanya.

Dukungan juga datang dari Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepri, Nazaruddin. Dia mengatakan perubahan menjadi IAIN akan membuka peluang besar bagi pengembangan riset dan kajian naskah-naskah Melayu yang bernilai historis dan akademik.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat juga menyatakan dukungannya. Menurutnya, perubahan status STAIN Kepri menjadi IAIN akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Abu Sufyan menilai perubahan status STAIN Kepri menjadi IAIN akan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi keagamaan dan Kementerian Agama di daerah.(jp)

Editor: yn

Back to top button